BerandaNTBLOMBOK TIMURPendaftar Aplikasi Perlinsos Lotim Tembus 101 Ribu KK

Pendaftar Aplikasi Perlinsos Lotim Tembus 101 Ribu KK

- Advertisement -

Selong (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Pemkab Lotim) terus menggenjot pendataan masyarakat melalui Aplikasi Perlindungan Sosial (Perlinsos). Hingga Selasa (11/8/2026) malam, jumlah keluarga yang telah terdaftar mencapai sekitar 101 ribu KK.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur, H.M. Juaini Taofik, kepada media, Rabu (12/8/2026) mengatakan pergerakan pendataan dalam dua hari terakhir menunjukkan peningkatan signifikan. Bahkan, Lombok Timur (Lotim) menjadi salah satu daerah dengan capaian pendaftaran tertinggi secara nasional.

“Setelah ASN turun, alhamdulillah, dua hari yang lalu dan hari kemarin pergerakan kita tertinggi. Sekarang totalnya sudah mencapai 101.000 KK,” ujar Juaini Taofik.

Awalnya, pendataan ditargetkan menyasar sekitar 140 ribu KK yang masuk dalam desil 1 hingga desil 4. Namun, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menginstruksikan agar pendataan tidak berhenti pada kelompok tersebut.

Bupati meminta seluruh kepala keluarga di Lombok Timur didaftarkan melalui aplikasi Perlinsos agar kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat terdata secara lebih menyeluruh.

“Pak Bupati mengarahkan kita tidak cukup dengan 140 ribu, semua KK saja,” jelasnya.

Juaini menyebut antusiasme masyarakat terhadap pendataan Perlinsos sangat tinggi. Hal tersebut terlihat dari aktivitas ASN yang turun langsung ke kantor desa, terutama di wilayah seperti Sambelia dan sejumlah kecamatan di kawasan pinggiran.

Kehadiran ASN di desa, menurutnya, bahkan mendapat respons seperti kegiatan pelayanan Posyandu. Masyarakat datang bukan semata-mata karena berharap segera mendapatkan bantuan, melainkan ingin mengetahui apakah dirinya memang masuk kategori penerima bantuan atau tidak.

“Walaupun mereka tidak langsung menerima bantuan saat ini, mereka hanya ingin mengecek dirinya apakah layak atau tidak menerima bantuan. Antusiasme masyarakat luar biasa,” katanya.

Tingginya pergerakan pendataan tersebut bahkan mendapat perhatian dari pihak pemerintah pusat. Juaini mengaku memperoleh informasi mengenai perkembangan Perlinsos dari staf Luhut Binsar Pandjaitan yang terus memantau capaian daerah.

Dalam dua hari terakhir, Lombok Timur mencatat pendaftaran sekitar 18.977 KK, menempatkannya di posisi teratas dibanding daerah lain yang disebut dalam pemantauan tersebut.

Di bawah Lombok Timur, terdapat Makassar dengan sekitar 16.419 KK, disusul Sumedang sekitar 16.060 KK.

“Menurut yang tertinggi itu tiga daerah, ada Lombok Timur, Makassar dan Sumedang. Pergerakan kemarin kita 18.977 KK,” ungkap Juaini.

Meski capaian telah mencapai 101 ribu KK, Pemkab Lombok Timur masih memiliki pekerjaan besar. Batas waktu pendataan disebut hanya sampai 31 Agustus 2026.

Karena itu, Juaini meminta media turut membantu menyebarluaskan informasi tersebut kepada masyarakat. Ia juga mengajak keluarga dan kerabat yang belum terdaftar untuk segera melakukan pendataan.

Menurutnya, masyarakat dapat melakukan pendaftaran secara mandiri dengan terlebih dahulu mengaktifkan Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Bagi masyarakat yang mengalami kesulitan mengaktifkan IKD, pemerintah telah menyiapkan bantuan melalui ASN yang ditempatkan di kantor-kantor desa. Kader Posyandu juga telah diaktifkan untuk membantu proses tersebut.

Pemkab Lombok Timur menargetkan seluruh 501.146 KK yang ada di daerah tersebut dapat terdata dalam Aplikasi Perlinsos sebelum batas waktu 31 Agustus.

Pendataan ini dinilai penting bukan hanya untuk menentukan penerima bantuan, tetapi juga memastikan tidak terjadi inclusion error maupun exclusion error dalam penyaluran program perlindungan sosial.

Dengan basis data yang lebih lengkap, pemerintah diharapkan dapat mengetahui secara akurat siapa yang memang berhak menerima bantuan dan memastikan masyarakat yang membutuhkan tidak justru terlewat dari sistem perlindungan sosial. (rus)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO