BerandaHEADLINEUsia Bangunan Tua, Dua Ruang Guru SMAN 1 Lingsar Ambruk

Usia Bangunan Tua, Dua Ruang Guru SMAN 1 Lingsar Ambruk

Mataram (Suara NTB) – Dua ruang guru milik SMAN 1 Lingsar, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat (Lobar) ambruk pada Minggu (7/6/2026) pukul 02.00 dini hari. Beruntung, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa.


Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMAN 1 Lingsar, Efendi Agung Bijaksana, pada Senin (8/6) menjelaskan, kejadian bermula ketika gempa beberapa hari sebelumnya mengakibatkan plafon dua ruang tersebut retak. Kerusakan tersebut kian parah hingga kayu penyangga patah.


Pada Sabtu, (6/6), sekolah meminta kedua ruangan tersebut dikosongkan sebagai bentuk mitigasi. “Kejadiannya adalah hari Minggu tanggal 7 jam dua pagi. Itu masuk hari Minggu akhirnya ambruk. Dilaporkan oleh penjaga sekolah ke saya,” ujarnya, kepada Senin (8/6).


Lantaran kejadian berlangsung pada hari libur, sekolah memastikan tidak ada korban jiwa imbas ambruknya dua ruang guru tersebut. Namun, sejumlah peralatan dan fasilitas sekolah seperti pendingin ruangan, lemari, dan TV dipastikan rusak.


“Kita beruntung kejadiannya pas hari Minggu, kalau hari Senin atau hari setelahnya pasti masih ada orang di dalam. Karena barang-barangnya guru-guru itu masih ada di dalam,” jelasnya.
Dari pantauan, dua ruang guru yang ambruk tersebut sudah diberi garis polisi (police line). Sejumlah guru yang sebelumnya menempati ruangan tersebut terpaksa dialihkan ke tempat yang lebih aman.


Efendi menyebut, garis polisi tidak hanya dipasang di dua ruang yang roboh, tapi juga di beberapa ruangan yang terindikasi rawan tumbang.


“Yang dikasih police line bukan hanya tempat kejadian, di sana (bangunan) yang sudah melengkung. Ada tiga titik (bangunan) yang di-police line,” jelasnya.


Usia Bangunan Sudah 20 Tahun
Efendi mengungkapkan, ruangan yang ambruk tersebut sebelumnya difungsikan sebagai ruang kelas bagi siswa. Namun, karena kebutuhan, ruang tersebut akhirnya dipakai sebagai ruang guru.
Berdasarkan pengakuannya, dua ruangan tersebut telah dibangun sejak 2006. Artinya, bangunan yang roboh itu, kini sudah berusia 20 tahun.


“Yang ambruk itu tahun 2006 (berdiri). Sedangkan yang lain itu (berdiri) tahun 1999. Lebih lama tapi kayunya kuat dia. Nggak tahu, anggaranya terlalu efisien mungkin saat itu tahun 2006,” ungkapnya.


Sebagai informasi, SMAN 1 Lingsar memiliki setidaknya 30 ruang kelas yang difungsikan. Namun, menurut Efendi, hampir seluruh bangunan dan ruang kelas di sekolahnya tak layak pakai lantaran usia yang sudah tua. “Yang perlu direhab itu semua ruangan kecuali tiga (ruang) yang baru,” tuturnya.


Ia berharap, pemangku kebijakan dapat memberi perhatian atas bangunan SMAN 1 Lingsar. Agar, siswa dan guru dapat kembali menjalankan proses pembelajaran dengan lebih aman dan nyaman.

“Kelihatannya bangunan itu bagus, karena kita cat. Tapi dalamnya itu keropos, itu tidak bisa. Makanya tim penilai (bangunan) itu harus sampai atas (periksanya),” pungkas Efendi.


Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Dikpora) NTB, Dr. Syamsul Hadi, M.Pd., langsung melihat kondisi dua ruang kelas SMAN 1 Lingsar yang ambruk. Ia meminta kepala sekolah untuk meninjau ulang kondisi seluruh bangunan yang ada untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.


“Tidak hanya terbatas di SMAN 1 Lingsar, tetapi juga seluruh sekolah,” ujarnya.
Diakuinya, Dinas Dikpora NTB telah meminta semua sekolah di NTB untuk memeriksa ulang keadaan bangunan sekolah masing-masing. “Sebelumnya memang sudah kita buat surat edaran untuk melakukan pengecekan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambahnya. (sib)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO