BerandaNTBKOTA MATARAMPemberdayaan Masyarakat Berbasis Zero Waste

Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Zero Waste

PEMERINTAH Kelurahan Pagutan Timur, Kecamatan Mataram, menjadi salah satu penerima Program Desa dan Kelurahan Berdaya yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Melalui program tersebut, setiap kelurahan penerima memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp300 juta untuk mendukung berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Kelurahan Pagutan Timur mendapat dua tema program, yakni Kelurahan Berdaya Tematik dan Transformasi. Pada tema tematik, terdapat tiga bidang yang menjadi pilihan, yaitu ketahanan pangan, pariwisata, dan lingkungan hidup. Sementara itu, tema transformasi difokuskan pada pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Lurah Pagutan Timur, Suprianto, mengatakan pihaknya memilih bidang lingkungan hidup pada tema tematik karena dinilai paling sesuai dengan kebutuhan dan potensi wilayah setempat.

Ia menjelaskan, program yang akan dijalankan berfokus pada pemberdayaan masyarakat berbasis zero waste melalui pengelolaan sampah yang memiliki nilai ekonomi. Kegiatan tersebut meliputi pembuatan pupuk organik cair, pupuk organik padat, hingga pengembangan biogas mini rumah tangga (Biomiru) yang rencananya akan diterapkan di lima lingkungan.

“Program-program yang kami susun disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya, Selasa (9/6).

Menurut Suprianto, program tersebut memiliki manfaat strategis, terutama sebagai alternatif sumber energi di tengah potensi kelangkaan gas LPG. Selain menghasilkan gas untuk kebutuhan rumah tangga, sistem biogas juga menghasilkan bio slurry yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.

Ia menambahkan, pelaksanaan program pengelolaan lingkungan hidup akan melibatkan enam unit operator sampah yang telah ada di Kelurahan Pagutan Timur. Keterlibatan mereka dinilai penting mengingat volume sampah di wilayah tersebut cukup tinggi sehingga menjadi salah satu persoalan yang perlu mendapat perhatian.

“Kalau penanganan sampah hanya dilakukan secara konvensional, hasilnya tidak jauh berbeda dengan yang selama ini dilakukan. Namun, jika dikelola melalui biogas mini rumah tangga, sampah bisa memberikan nilai tambah karena menghasilkan gas dan pupuk organik yang dapat dimanfaatkan untuk tanaman sayuran,” jelasnya.

Untuk mendukung keberhasilan program, pihak kelurahan juga akan mengintensifkan musyawarah dengan masyarakat. Selain itu, penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui edukasi dan sosialisasi akan dilakukan agar program berjalan sesuai perencanaan.

“Kami berharap program ini dapat meningkatkan kapasitas SDM masyarakat sehingga pemanfaatan potensi yang ada bisa lebih optimal. Dukungan SDM menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini,” katanya.

Sementara itu, pada tema transformasi, UMKM yang ada di Kelurahan Pagutan Timur akan mendapatkan pendampingan dari tenaga pendamping yang disiapkan Pemerintah Provinsi NTB. Pendampingan tersebut akan disesuaikan dengan potensi usaha yang berkembang di wilayah kelurahan.

Terkait bantuan anggaran bagi UMKM yang nantinya terpilih, Suprianto mengaku belum mengetahui besaran dana yang akan diberikan karena sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi NTB.

“Saya belum mengetahui pasti jumlah bantuannya. Yang jelas nantinya akan ada pendamping yang turun langsung ke lapangan untuk melakukan pendataan dan pendampingan,” pungkasnya. (pan)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO