BerandaNTBKOTA MATARAMSPMB SD-SMP di Mataram Harus Berintegritas

SPMB SD-SMP di Mataram Harus Berintegritas

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram menegaskan, Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 jenjang SD dan SMP di Mataram mesti dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip transparan, adil, dan berintegritas.


Penegasan tersebut disampaikan Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disdik Kota Mataram, H. Lalu Martawang, usai melaksanakan sosialisasi pemantapan jelang pelaksanaan SPMB, Senin (22/6) mendatang.


Ia menyampaikan, sosialisasi ini dilakukan untuk memastikan penyelenggaraan SPMB nantinya berjalan lancar dan sesuai dengan ketentuan petunjuk teknis (Juknis) yang ada. “kita pastikan SPMB ini berintegritas, sehingga nanti kita menginginkan semua anak-anak kita di Kota Mataram yang dalam usia sekolah dipastikan masuk sekolah,” ujarnya, Selasa (10/6).


Martawang menuturkan, pelaksanaan SPMB jenjang SD-SMP di Mataram akan dimulai pada Senin (22/6/26). Adapun jalur yang dibuka di antaranya jalur Domisili, jalur Afirmasi, jalur Prestasi, dan Mutasi. Meski demikian, tidak seluruh jalur penerimaan berlaku pada semua jenjang pendidikan. Sebagai contoh, jalur prestasi tidak diberlakukan dalam penerimaan murid kelas I Sekolah Dasar.


Sebagai informasi, setiap jalur SPMB jenjang SD-SMP memiliki kuota yang berbeda. Pada jenjang SD, jalur Domisili mengakomodasi kuota sebesar 75 persen, Afirmasi 20 persen, dan Mutasi 5 persen. Sementara pada jenjang SMP, jalur domisili 45 persen, Afirmasi 20 persen, Prestasi 30 persen, dan Mutasi 5 persen.


“Nah, jalur-jalur ini sesuai dengan persentase yang sudah kita atur, ya. Sudah kita atur semuanya,” jelasnya.


Ia meminta agar sekolah dapat memedomani Juknis yang telah disepakati bersama. Dengan harapan, pelaksanaan SPMB dapat berjalan lancar dan kondusif. “Nanti ada petunjuk dan ada pedomannya, dan saya minta kepada semua kepala sekolah untuk memedomani pedoman yang kita siapkan resmi untuk menjadi acuan kita dalam penerimaan siswa baru tahun pelajaran 2026/2027,” tekannya.


Dengan mengikuti Juknis yang ada, ia percaya pelaksanaan SPMB di Mataram tidak akan menimbulkan persoalan ke depan. “Saya minta nanti pasang spanduk, ya. Lalu kemudian buat ‘helpdesk’ di masing-masing itu, sehingga tidak ada pertanyaan yang tidak ada jawabannya. Tidak ada informasi yang tidak tersampaikan. Makanya kemudian saya katakan SPMB berintegritas,” pungkasnya. (sib)

IKLAN

spot_img
RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO