BerandaPENDIDIKANTim Prodi Pendidikan Fisika Unram Dampingi SMAN 1 Gunungsari Tingkatkan Prestasi Osn...

Tim Prodi Pendidikan Fisika Unram Dampingi SMAN 1 Gunungsari Tingkatkan Prestasi Osn Fisika Berbasis AI

Giri Menang (suarantb.com) – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Pendidikan Fisika, FKIP Universitas Mataram (Unram), melaksanakan program pengabdian yang didanai melalui PNBP Tahun 2026 di SMA Negeri 1 Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat.

Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat pembinaan Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Fisika melalui pendekatan Collaborative Problem Solving (CPS) berbantuan Artificial Intelligence (AI).

Program pengabdian tersebut diketuai Drs. Sutrio, M.Si., dengan anggota Prof. Dra. Susilawati, M.Si., Ph.D., Muhammad Taufik, S.Pd., M.Si., Dr. Hikmawati, S.Pd., M.Pd., dan Nina Nisrina, M.Pd., serta melibatkan dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Universitas Mataram.

Pemilihan SMA Negeri 1 Gunungsari sebagai mitra didasarkan pada besarnya potensi peserta didik dan tingginya minat terhadap bidang sains. Namun, potensi tersebut dinilai belum sepenuhnya berbanding lurus dengan capaian prestasi pada ajang OSN Fisika. Dalam beberapa tahun terakhir, delegasi sekolah masih menghadapi tantangan untuk menembus seleksi tingkat kabupaten menuju tingkat provinsi.

Ketua Tim Pengabdian, Drs. Sutrio, M.Si., menjelaskan bahwa salah satu persoalan yang perlu diperkuat adalah sistem pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Pembinaan yang sebelumnya cenderung bersifat insidental dan berpusat pada guru perlu dikembangkan menjadi pembelajaran yang mendorong siswa aktif berdiskusi, menganalisis, dan memecahkan persoalan fisika yang kompleks.

“Melalui pendekatan Collaborative Problem Solving, siswa tidak hanya dilatih mendapatkan jawaban, tetapi juga dibiasakan memahami konsep, menganalisis masalah, menyusun strategi penyelesaian, dan mempertanggungjawabkan proses berpikirnya. AI digunakan sebagai mitra belajar yang memberikan petunjuk dan scaffolding, bukan sekadar memberikan jawaban,” jelas Sutrio.

Kegiatan dirancang dalam skema mentoring berkelanjutan selama delapan bulan. Rangkaian kegiatan mencakup koordinasi dan analisis kebutuhan mitra, penyusunan perangkat dan modul pembinaan, pelatihan materi olimpiade bagi guru, workshop CPS dan pemanfaatan AI bagi siswa, pendampingan rutin, simulasi kompetisi, hingga evaluasi.

Salah satu luaran utama program adalah modul “Panduan Cerdas Fisika dengan AI” yang dirancang sebagai sarana belajar mandiri sekaligus kolaboratif. Modul tersebut memuat materi esensial OSN, latihan soal bertingkat, serta Kode Prompt AI yang membantu siswa memperoleh petunjuk secara bertahap dalam menyelesaikan persoalan.

Melalui program ini, Tim Pengabdian Unram menargetkan tersusunnya SOP dan jadwal pembinaan OSN Fisika yang lebih terstruktur, peningkatan kompetensi guru dan siswa yang terukur melalui pre-test dan post-test, serta tersedianya modul pembelajaran berbasis AI yang dapat digunakan secara berkelanjutan oleh sekolah.

Program ini diharapkan tidak hanya berdampak pada peningkatan kemampuan siswa menghadapi kompetisi OSN, tetapi juga membangun ekosistem pembinaan Fisika yang lebih sistematis, kolaboratif, dan berkelanjutan di SMA Negeri 1 Gunung Sari.

“Target akhirnya bukan hanya mencetak siswa yang mampu memenangkan kompetisi, tetapi membangun budaya belajar Fisika yang mendorong siswa berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan mampu memanfaatkan teknologi AI secara cerdas,” pungkas Sutrio. (r)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO