BerandaHEADLINETak Adanya SPBUN Sebabkan Nelayan NTB Kesulitan Dapat BBM

Tak Adanya SPBUN Sebabkan Nelayan NTB Kesulitan Dapat BBM

Mataram (Suara NTB) – Nelayan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) seringkali mengalami kesulitan untuk memperoleh Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal ini dikarenakan NTB belum memiliki Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN). Padahal, kebutuhan akan BBM oleh para nelayan cukup tinggi.


Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, Samsudin mengatakan pihaknya sudah berkomunikasi dengan Pertamina untuk memastikan stok BBM khusus untuk nelayan. Karena tidak adanya SPBUN, stok BBM nelayan ini akan dititipkan di SPBU terdekat.


Sementara untuk memastikan BBM tersebut tepat sasaran, Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) NTB diminta untuk mendata setiap nelayan di NTB. “Kalau bikin SPBUN kan mahal, butuh biaya miliaran. Makanya nanti stoknya akan dititipkan ke SPBU terdekat di wilayah itu. Cuma harus ada database, nanti basisnya versi aplikasi namanya XStar. Itu harus masuk barcodenya ke teman-teman nelayan,” ujarnya di Kantor Gubernur NTB, Jumat, 12 Juni 2026.


Samsudin mengungkapkan, penitipan stok BBM untuk nelayan ini dititipkan di SPBU terdekat di dua wilayah NTB, yaitu Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara. Di samping itu, pihaknya juga meminta agar stok BBM untuk nelayan NTB bisa ditambah mengingat kebutuhan BBM nelayan cukup tinggi.


Terpisah, Kepala Dislutkan NTB, Muslim menyatakan pengajuan kebutuhan kuota kebutuhan BBM bagi masyarakat nelayan cukup tinggi, namun kuota yang saat ini tersedia masih belum mencukupi untuk kebutuhan tersebut.


Ia mengungkapkan, Dinas ESDM telah menyampaikan mekanisme pengajuan kebutuhan BBM kepada Kabupaten/Kota setiap tahunnya. Atas itu, pengajuan kebutuhan BBM berikutnya agar melibatkan dinas terkait, sehingga mampu menghitung secara tepat setiap kebutuhan BBM untuk kabupaten/ kota yang kemudian akan disampaikan kepada BPH Migas sebagai penentu kuota BBM.


“Dalam hal ini PT Pertamina Patra sangat mendukung karena PT Pertamina Patra Niaga hanya sebagai operator yang melaksanakan apa yang telah ditetapkan oleh BPH Migas,” katanya.
Selanjutnya, menyinggung soal penerbitan rekomendasi BBM pada aplikasi XSTAR. Muslim mengaku kebanyakan nelayan kecil di kabupaten/kota belum memiliki. Untuk mengatasi itu, Dinas ESDM akan berkoordinasi dengan Kementerian ESDM serta BPH Migas selaku regulator terkait problematika yang dihadapi oleh nelayan.


“Agar kita segera mendapatkan solusi sehingga tidak menimbulkan keresahan bagi nelavan kecil dalam memperoleh rekomendasi BBM, serta tetap mendorong nelayan kecil untuk segera mengurus dan melenqkapi persyaratan yang dibutuhkan untuk memperoleh rekom BBM berikutnya,” pungkasnya. (era)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO