BerandaNTBKOTA BIMADLH Klaim Air Lindi Belum Cemari Permukiman

DLH Klaim Air Lindi Belum Cemari Permukiman


Kota Bima (Suara NTB) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima, memastikan air lindi dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Oi Mbo hingga saat ini belum mencemari permukiman warga. Salah satu faktor yang dinilai menjadi keuntungan adalah lokasi TPA yang berada cukup jauh dari kawasan hunian masyarakat. Meski demikian, pemerintah tetap menyiapkan sejumlah langkah pembenahan untuk meningkatkan pengelolaan sampah dan pengawasan lingkungan.


Kepala DLH Kota Bima, Syahrial Nuryadin mengatakan pemantauan kondisi lingkungan di sekitar TPA terus dilakukan, termasuk pengawasan terhadap air lindi yang dihasilkan dari timbunan sampah. Menurutnya, petugas di lapangan melakukan pengecekan setiap hari untuk memastikan kondisi tersebut tetap terkendali.


“Tetapi pada saat ini itu tidak tercemar ke daerah sekitar karena TPA itu jauh dari pemukiman warga, itu yang kita bersyukur saat ini,” ujarnya, Kamis (18/6).


Selain pengawasan harian, DLH mulai memperkuat sistem pemantauan kualitas lingkungan melalui pengujian laboratorium secara berkala. Program tersebut mulai dianggarkan sejak 2025 dan menjadi salah satu upaya mendukung pengambilan kebijakan dalam pengelolaan TPA.
Syahrial menjelaskan, pengujian laboratorium dilakukan terhadap kualitas air, udara, dan tanah sebanyak dua kali dalam setahun. Hasil pengujian itu akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan langkah penanganan berbagai persoalan lingkungan, termasuk pengelolaan air lindi.


“Mulai tahun 2025 kami sudah menganggarkan untuk pemantauan berkala dengan melakukan pengujian laboratorium kualitas air, udara, tanah dan sebagainya. Itu kami lakukan dua kali dalam setahun yakni pada bulan Juni dan bulan Desember,” katanya.

Menurut dia, pembenahan sistem pengelolaan air lindi sebenarnya telah direncanakan sejak tahun sebelumnya. Namun, pelaksanaannya harus menyesuaikan dengan skala prioritas kebutuhan di TPA, terutama pengadaan alat berat yang dibutuhkan untuk mendukung operasional.

Di sisi lain, DLH juga mengakui masih terdapat sejumlah keterbatasan sarana dan prasarana di TPA Oi Mbo. Pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) beserta fasilitas pendukung, termasuk jembatan timbang menjadi program prioritas yang akan dikembangkan dalam beberapa tahun ke depan.


Syahrial mengatakan keberadaan jembatan timbang dibutuhkan untuk meningkatkan akurasi data volume sampah yang masuk ke TPA, sekaligus mendukung efisiensi operasional pengelolaan sampah di Kota Bima.

“Yang prioritas di TPA itu adalah pembangunan TPST termasuk jembatan timbang, karena mempengaruhi efisiensi operasional dan bisa menambah akurasi data. Ini menjadi salah satu program prioritas kita,” tegasnya.

Pihaknya akan melakukan pembenahan infrastruktur penunjang lainnya mulai dari akses jalan menuju TPA, penguatan manajemen pengelolaan, hingga penambahan sumber daya manusia. “Saat ini jumlah petugas yang bertugas di TPA baru delapan orang, sementara kebutuhan ideal mencapai 16 orang,” demikian kata dia. (hir)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO