BerandaEKONOMITambahan Penerima Bantuan Pangan Tertinggi di Lombok Barat

Tambahan Penerima Bantuan Pangan Tertinggi di Lombok Barat

Mataram (Suara NTB) – Perum Bulog Kantor Wilayah NTB bersama Pemerintah Daerah Provinsi NTB terus memperkuat sinergi demi menjaga ketahanan pangan.
Hingga saat, ini Bulog Kanwil NTB tercatat telah menggelontorkan sebanyak 15.390 ribu ton beras dan 3.078 ribu liter minyak goreng, atau persentase sudah mencapai 89 Persen kepada warga yang membutuhkan di seluruh wilayah NTB.

Bantuan pangan untuk alokasi Februari – Maret 2026 mendapatkan persentase penambahan penerima bantuan pangan (PBP) mencapai 64 Persen. Kabupaten Lombok Barat menjadi salah satu yang tertinggi sebesar 58 persen.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog NTB, Mara Kamin Siregar, atau yang akrab disapa Regar, menegaskan, penyaluran bantuan pangan Bulog tidak hanya fokus pada kuantitas, melainkan juga sangat menjaga kualitas pangan yang sampai ke tangan masyarakat.

“Penyaluran bantuan pangan ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara melalui Bulog dalam membantu masyarakat. Kami memastikan beras yang disalurkan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan sehingga layak dan aman untuk dikonsumsi. Bulog akan terus menjaga ketersediaan stok dan kelancaran distribusi agar manfaat program ini dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat,” ujar Regar, Sabtu, 20 Juni 2026.

Strategi yang diterapkan Bulog bersama Pemda Provinsi NTB ini memprioritaskan wilayah dengan tingkat kebutuhan tinggi.

Hal ini dilakukan guna menekan potensi inflasi daerah yang dipicu oleh kenaikan harga pangan, sekaligus menjadi instrumen jaring pengaman sosial yang efektif.

Manfaat dari masifnya penyaluran bantuan pangan ini dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat akar rumput.

Di Desa Karang Bayan Kabupaten Lombok Barat, Nurhayati (45), menyampaikan rasa syukurnya atas kualitas bantuan yang ia terima. Menurutnya, program ini secara signifikan memangkas biaya dapur bulanannya.

“Alhamdulillah, beras yang kami terima kualitasnya bagus, putih, dan enak saat dimasak. Bantuan ini sangat membantu keluarga kami karena bisa mengurangi pengeluaran untuk membeli kebutuhan pokok sehingga uangnya bisa digunakan untuk kebutuhan lainnya,” tutur Nurhayati.

Secara makro, program ini tidak sekadar menjadi bantuan sosial sesaat, melainkan bagian dari strategi jangka panjang dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Melalui sinergi ketat antara Bulog dan Pemda Provinsi NTB, sistem pengawasan diperketat demi menjamin bahwa setiap liter minyak goreng dan tiap kilogram beras tersalurkan secara tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu.

Ke depan, Perum Bulog Kanwil NTB berkomitmen untuk terus mengawal ketersediaan pasokan cadangan pangan pemerintah.

Penguatan rantai pasok dan kolaborasi antarlembaga akan terus ditingkatkan demi mengantisipasi tantangan pemenuhan pangan di masa mendatang.

“Pangan yang cukup, berkualitas, dan terjangkau adalah fondasi kesejahteraan masyarakat. Karena itu, Bulog akan terus hadir sebagai mitra pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan mendukung kehidupan masyarakat yang lebih baik,” pungkas Regar. (bul)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO