PEMERINTAH Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya, memilih sektor ketahanan pangan sebagai fokus utama dalam pelaksanaan Program Kelurahan Berdaya yang digagas Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Melalui program tersebut, Kelurahan Bertais akan mengembangkan peternakan ayam petelur sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat kelurahan.
Program Kelurahan Berdaya merupakan salah satu inovasi Pemerintah Provinsi NTB yang bertujuan mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis potensi wilayah. Selain itu, program tersebut juga diharapkan mampu menjadi instrumen untuk menekan angka kemiskinan ekstrem melalui kegiatan ekonomi produktif yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Setiap kelurahan yang ditetapkan sebagai penerima program memperoleh dukungan anggaran sebesar Rp300 juta. Dana tersebut digunakan untuk mendukung pelaksanaan program sesuai tema yang dipilih oleh masing-masing kelurahan berdasarkan kebutuhan dan potensi wilayahnya.
Lurah Bertais, Hapizidin, mengatakan pihaknya memutuskan untuk memusatkan program pada sektor ketahanan pangan karena dinilai paling sesuai dengan kondisi dan potensi masyarakat setempat. Setelah melalui berbagai pertimbangan, pengembangan peternakan ayam petelur dipilih sebagai program unggulan yang akan dijalankan.
“Kalau kami hanya mengambil satu tema, yaitu ketahanan pangan dengan mengembangkan peternakan ayam petelur,” ujarnya, Minggu (21/6).
Menurutnya, usaha peternakan ayam petelur memiliki prospek yang cukup baik karena kebutuhan masyarakat terhadap telur relatif tinggi dan stabil. Selain berpotensi meningkatkan pendapatan kelompok penerima manfaat, program tersebut juga dapat mendukung penyediaan sumber pangan bergizi bagi masyarakat.
Hapizidin menjelaskan, pengembangan peternakan ayam petelur juga dirancang agar selaras dengan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah didorong pemerintah pusat. Ketersediaan telur sebagai salah satu sumber protein hewani dinilai dapat mendukung pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak sekolah maupun kelompok rentan lainnya.
Tidak hanya itu, program tersebut juga diharapkan berkontribusi dalam upaya percepatan penurunan angka stunting. Telur selama ini dikenal sebagai salah satu bahan pangan yang memiliki kandungan protein tinggi dan mudah dijangkau masyarakat sehingga dapat dimanfaatkan sebagai makanan tambahan bagi balita.
Selain mengembangkan peternakan ayam petelur, Kelurahan Bertais juga membuka peluang dukungan terhadap kegiatan budidaya ikan kolam. Menurut Hapizidin, bantuan yang diberikan nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi masyarakat di lapangan.
“Tergantung kebutuhan. Kalau ada permintaan, itu yang kami siapkan. Intinya, kami fokus pada ketahanan pangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini seluruh dokumen dan proposal pelaksanaan Program Kelurahan Berdaya telah selesai disusun oleh pihak kelurahan. Proposal tersebut telah diajukan dan kini tinggal menunggu proses verifikasi ulang dari tim Pemerintah Provinsi NTB sebelum program dapat direalisasikan. (pan)

