Mataram (Suara NTB) – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mataram mulai melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 dengan mengerahkan 303 petugas lapangan yang akan melakukan pendataan secara langsung ke masyarakat di seluruh wilayah Kota Mataram.
Kegiatan yang berlangsung sejak 15 Juni hingga 21 Agustus 2026 tersebut menjadi upaya pemerintah untuk memperoleh gambaran terkini mengenai kondisi perekonomian daerah sebagai dasar penyusunan berbagai kebijakan pembangunan.
Kepala BPS Kota Mataram, Muhammad Reza Nugraha Kusumowinoto, mengatakan sensus ekonomi merupakan kegiatan statistik berskala nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali untuk memotret aktivitas ekonomi masyarakat di luar sektor pertanian. Data yang dihimpun nantinya akan menjadi rujukan pemerintah dalam merencanakan pembangunan ekonomi yang lebih tepat sasaran.
“Sebanyak 303 petugas dikerahkan untuk mendata masyarakat dengan sistem rumah ke rumah atau door to door dan prosesnya sudah berjalan,” ujarnya pekan kemarin.
Menurut Reza, para petugas telah disebar ke 50 kelurahan di Kota Mataram. Mereka bertugas mendata berbagai unit usaha, baik yang berskala besar, menengah, kecil, maupun usaha mikro yang dijalankan masyarakat. Pendataan dilakukan dengan metode wawancara langsung untuk memastikan informasi yang diperoleh sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Ia menjelaskan, keberadaan data ekonomi yang lengkap dan akurat sangat penting untuk mengetahui perkembangan dunia usaha, potensi ekonomi daerah, serta tantangan yang dihadapi pelaku usaha. Dengan demikian, pemerintah dapat menyusun program pemberdayaan ekonomi dan kebijakan investasi yang lebih efektif.
Selain melakukan pendataan, BPS juga menyiapkan sistem pengawasan berjenjang guna menjaga kualitas hasil sensus. Pengawasan dilakukan mulai dari tingkat petugas lapangan, pengawas, hingga koordinator lapangan agar setiap data yang masuk dapat diverifikasi dan dipastikan validitasnya.
“Ini penting, terutama bagi petugas yang baru pertama kali mengikuti sensus. Karena itu, kami menyiapkan manajemen lapangan yang baik sebagai langkah mitigasi agar berbagai permasalahan yang muncul dapat segera diselesaikan,” katanya.
Reza menambahkan, masyarakat diharapkan dapat mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan informasi yang benar kepada petugas. Dukungan tersebut diperlukan agar data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi Kota Mataram secara aktual.
Ia menegaskan, seluruh petugas yang bertugas telah dibekali identitas resmi dan pelatihan sebelum turun ke lapangan. Selain itu, kerahasiaan data responden dijamin sesuai ketentuan Undang-Undang Statistik sehingga informasi yang diberikan masyarakat tidak akan disalahgunakan.
Hasil Sensus Ekonomi 2026 nantinya tidak hanya digunakan untuk kepentingan pemerintah pusat, tetapi juga menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam menyusun program pembangunan, menentukan arah kebijakan ekonomi, memetakan potensi usaha, hingga mengukur kontribusi berbagai sektor ekonomi terhadap pertumbuhan daerah.
Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya dilakukan di Kota Mataram, tetapi juga berlangsung serentak di seluruh kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat (NTB). Secara keseluruhan, sebanyak 5.210 petugas lapangan diterjunkan untuk melakukan pendataan di seluruh wilayah provinsi tersebut. (pan)

