Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dua orang jemaah haji dari Kabupaten Sumbawa meninggal dunia di Arab Saudi saat pelaksanaan ibadah haji. Jemaah haji yang tergabung dalam kloter 14 tersebut kembali ke Sumbawa, Sabtu (20/6) dan diterima langsung Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori.
“Dari total 330 jemaah yang berangkat, dua orang meninggal dunia di Tanah Suci, yakni H. Muhammad Dewasi dari Kecamatan Lunyuk dan H. Beni Yasin dari Kecamatan Maronge,” kata Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sumbawa, H. Ardi Suzami pekan kemarin.
Ia melanjutkan, penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 merupakan penyelenggaraan pertama di bawah Kementerian Haji dan Umrah. Di penyelenggaraan musim haji tahun ini turut mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat.
Ia menjelaskan, kloter 14 terdiri dari jemaah Sumbawa, Kabupaten Bima, dan Sumbawa Barat diberangkatkan pada 9 Mei 2026 melalui Embarkasi Lombok. Setelah menjalani seluruh rangkaian ibadah haji, satu jemaah yang sempat menjalani perawatan di Madinah berhasil kembali bersama rombongan.
“Satu orang jemaah haji kita, H. Sirim masih menjalani perawatan di Arab Saudi dan menunggu kondisi kesehatannya membaik sebelum dipulangkan ke Indonesia,” jelasnya.
Ia menyebutkan, sebanyak 327 jemaah haji telah tiba kembali ke Sumbawa dalam keadaan selamat. Ia turut menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah daerah atas dukungan dan pelayanan yang diberikan kepada jemaah haji.
“Kami berharap agar pelayanan jemaah haji terus ditingkatkan, termasuk dukungan sarana transportasi yang lebih baik di masa mendatang,” harapnya.
Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori berharap seluruh jemaah haji yang telah kembali dapat menjadi teladan di tengah masyarakat. Selain itu, jemaah haji juga diharapkan bisa berkontribusi dalam pembangunan daerah dengan membawa nilai-nilai keikhlasan, persatuan, dan semangat ibadah.
“Para jemaah haji merupakan pribadi-pribadi pilihan yang telah memperoleh kesempatan istimewa untuk memenuhi panggilan Allah SWT. Sehingga ketika kembali ke masyarakat diharapkan bisa memberikan tauladan yang baik,” ucapnya.
Ansori mengajak para jemaah agar menjadikan pengalaman spiritual selama di Mekkah dan Madinah sebagai bekal untuk meningkatkan kualitas kehidupan bermasyarakat di Tanah Samawa. “Haji mabrur tidak hanya menjadi gelar atau sebutan semata. Kemabruran harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, membawa keberkahan bagi keluarga, lingkungan, dan masyarakat,” tambahnya.
Wabup juga menyampaikan rasa duka mendalam atas wafatnya dua jemaah haji asal Kabupaten Sumbawa, di Tanah Suci saat menjalankan ibadah haji. Selain itu, ia mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam memberikan pelayanan kepada jemaah haji mulai dari proses keberangkatan hingga pemulangan.

