Tanjung (Suara NTB) – Bantuan pendidikan dalam bentuk Program Indonesia Pintar (PIP) kepada 9.527 orang siswa di Kabupaten Lombok Utara (KLU), diharapkan dapat mendongkrak prestasi bagi siswa penerima manfaat. Bantuan tersebut juga diharapkan bisa bertambah dari dukungan wakil rakyat NTB yang duduk di lembaga legislatif pusat.
Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD KLU, sekaligus Sekretaris DPW PKB NTB, Agus Jasmani, Sabtu (20/6/2025). Ia mengakui, sebanyak 9.527 siswa di Kabupaten Lombok Utara (KLU) telah menerima bantuan beasiswa PIP dukungan dari Ketua DPW PKB NTB sekaligus Wakil Ketua Komisi X DPR RI, H. Lalu Hadrian Irfani.
“Kita optimis bantuan beasiswa yang menyasar 9.500 lebih siswa ini akan mendorong semangat belajar siswa untuk semakin berprestasi,” ungkapnya.
Ia menyatakan, bantuan PIP tersebut sangat dirasakan terutama oleh orang tua siswa. Pasalnya, dinamika ekonomi Indonesia saat ini menimbulkan tekanan biaya di kalangan siswa dan orang tua.
Atas nama lembaga legislatif Lombok Utara, Agus memberikan apresiasi atas kebijakan aspiratif Ketua DPW PKB. Demikian pula, dukungan aspirasi dari Anggota DPR RI dari NTB yang disalurkan dalam bentuk pembangunan infrastruktur fisik (jembatan), diyakini mendorong peningkatan mobilitas ekonomi masyarakat Lombok Utara.
Agus menilai, jumlah penerima PIP yang mencapai ribuan siswa menunjukkan adanya komitmen kuat dalam memperjuangkan akses pendidikan bagi masyarakat. Ia mengaku, kehadiran wakil rakyat di DPR RI pada periode ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Lombok Utara.
“Jujur saja, baru di periode ini kita betul-betul merasakan kehadiran dan gaung perjuangan DPR RI yang begitu nyata untuk Lombok Utara. Ini bukan sekadar janji, tetapi langsung pembuktian,” paparnya.
Ia mengajak semua pihak untuk terus memperkuat sektor pendidikan melalui sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, NGO, maupun lembaga usaha. BUMN/BUMD menurut dia, dapat menyalurkan dana CSR baik dalam bentuk bantuan fasilitas sarana maupun prasarana sekolah. Pasalnya, di Lombok Utara juga banyak terdapat pondok pesantren yang masih memerlukan intervensi dari berbagai pihak.
“Diakui atau tidak peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan fondasi utama bagi suatu daerah untuk mendorong kemajuan, dan mengejar ketertinggalannya dari daerah lain,” imbuhnya. (ari)

