Mataram (Suara NTB) – Memasuki masa libur sekolah, kebutuhan uang tunai masyarakat di Provinsi NTB mengalami peningkatan signifikan. Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB bahkan mencatat, jumlah uang yang keluar (outflow) dari BI sejak 1 hingga 19 Juni 2026 tumbuh 35 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Hario K. Pamungkas, di Mataram, Selasa, 23 Juni 2026 mengatakan, peningkatan outflow tersebut mencerminkan tingginya aktivitas ekonomi masyarakat menjelang dan selama periode liburan sekolah.
“Selama bulan Juni 2026, berdasarkan data sampai dengan 19 Juni 2026, jumlah uang yang keluar (outflow) dari Bank Indonesia di Provinsi NTB tumbuh 35 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” jelas Hario.
Data BI menunjukkan, realisasi outflow pada periode 1–19 Juni 2026 mencapai Rp657,68 miliar, meningkat dari Rp485,63 miliar pada periode yang sama tahun 2025.
Di sisi lain, jumlah uang yang masuk (inflow) ke BI justru mengalami penurunan. Hingga 19 Juni 2026, inflow tercatat sebesar Rp122,68 miliar, turun 22 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp156,90 miliar.
Menurut Hario, meningkatnya uang yang beredar di masyarakat tidak terlepas dari sejumlah faktor musiman yang mendorong aktivitas ekonomi di daerah.
Hario menjelaskan, kenaikan outflow tahun ini antara lain dipengaruhi oleh penyaluran berbagai program bantuan sosial pemerintah yang meningkatkan daya beli masyarakat. Selain itu, musim panen sejumlah komoditas pertanian, khususnya jagung, turut mendorong perputaran uang di tingkat petani dan pelaku usaha.
“Peningkatan jumlah outflow ini antara lain disebabkan penyaluran bansos dan masa panen komoditas pertanian seperti jagung,” jelasnya.
Kondisi ini menurutnya menunjukkan likuiditas di masyarakat relatif meningkat seiring bertambahnya pendapatan rumah tangga dan aktivitas transaksi ekonomi di berbagai sektor.
Lebih lanjut, Hario menjelaskan, untuk mengantisipasi kebutuhan uang tunai yang lebih tinggi selama periode Juni hingga Juli 2026, BI NTB telah menyiapkan uang kartal dalam jumlah yang memadai.
Bank Indonesia memproyeksikan outflow selama periode libur sekolah, Juni–Juli, mencapai Rp1,91 triliun, meningkat 21 persen dibanding realisasi periode yang sama 2025 sebesar Rp1,57 triliun.
Sementara itu, aliran uang masuk (inflow) selama Juni–Juli 2026 diperkirakan mencapai Rp1,48 triliun, atau tumbuh tipis sekitar 1 persen dibanding realisasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,47 triliun.
“Bank Indonesia menyiapkan uang tunai sebesar Rp1,91 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode liburan sekolah. Penyiapan uang tunai ini merupakan komitmen Bank Indonesia dalam memastikan kecukupan uang kartal di masyarakat,” kata Hario. (bul)

