SEJUMLAH bahan pokok di Provinsi Nusa Tenggara Barat mengalami penurunan harga. Anjloknya harga ini diduga akibat penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) berhenti sementara selama libur sekolah kurang lebih tiga minggu, terhitung mulai Senin, 22 Juni sampai 13 Juli 2026.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB, Lalu Wiranata menduga penurunan harga ini imbas berhentinya operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sebab, ia mengaku selama ini permintaan bahan pokok oleh dapur MBG cukup tinggi.
“Kelihatannya sih berpengaruh dia, karena kemarin kan salah satu yang tinggi permintaan adalah dapur-dapur MBG,” ujarnya, Rabu, 24 Juni 2026.
Beberapa bapok yang mengalami penurunan harga seperti minyak goreng, baik yang premium maupun curah, cabai merah keriting, cabai merah besar, cabai rawit, daging ayam, telur, bawang merah, tomat, hingga kacang tanah.
Wiranata menilai, penurunan harga secara serentak sejumlah bapok ini dikarenakan imbas MBG. Meski begitu, pihaknya masih menelusuri penyebab pasti anjloknya harga bapok-bapok tersebut.
“Teman-teman sedang turun, karena kami kan tidak ngecek kemarin siapa-siapa yang beli-beli bahan pokok ini kan. Yang penting adalah kenaikan dan penurunan harganya di pasar-pasar yang menjadi lokasi pemantuan pengawasan kami setiap hari,” jelasnya.
Menurutnya, meski penurunan ini dinilai cukup baik untuk mencegah inflasi, namun sebagai pemerintah pihaknya wajib memastikan tidak ada yang dirugikan karena fluktuasi harga tersebut. Baik dari kalangan petani, pedagang, maupun masyarakat.
“Kalau terlalu tinggi harganya, masyarakat secara luas mengeluh, tapi produsen seneng. Tapi kalau terlalu rendah, masyarakat kita nggak panik, lebih tenang, tapi produsen kita yang menurun pendapatannya,” ungkapnya.
Selain itu, alasan kenaikan harga lainnya akibat dapur MBG mengambil langsung bahan baku ke petani. Fenomena ini menyebabkan stok untuk pedagang di pasar berkurang sehingga harga otomatis dinaikkan.
MBG Libur Tiga Minggu
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Nusa Tenggara Barat disetop selama tiga minggu. Pemberhentian penyaluran sementara ini dikarenakan adanya libur sekolah kenaikan kelas mulai Senin, 22 Juni hingga Sabtu, 13 Juli 2026.
Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) MBG NTB, Fathul Gani mengatakan selama tidak beroperasi, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak akan mendapatkan insentif Rp6 juta sehari. Namun, kepala dapur, ahli gizi, dan bidang keuangan tetap mendapatkan insentif karena mereka dinilai tetap masuk kerja selama SPPG tidak beroperasi sementara.
Hal ini sesuai dengan surat edaran Nomor 12 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Pada Saat Periode Hari Libur Dalam Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis Tahun Anggaran 2026.
“Kecuali untuk tenaga pengamanan, kemudian pengawas keuangan, pengawas gizi, dan kepala dapur ini tetap memperoleh. Karena kepala SPPG tetap mengupdate data, mereka tetap masuk,” ujarnya, Kamis, 18 Juni 2026.
Kepala SPPG, lanjut Fathul akan berperan sebagai pengawas dapur. Mereka harus memastikan sarana prasarana di SPPG tidak disalahgunakan selama libur berlangsung. Selain insentif 6 juta, insentif kepada relawan dan biaya listrik juga tidak akan dibayarkan. “Kepala SPPG kan tetap mengupdate data, kemudian melakukan proses pembukuan dan segalanya,” lanjutnya.
Pemberhentian sementara penyaluran MBG ini tidak hanya kepada anak sekolah, tetapi seluruh penerima manfaat seperti ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita. SPPG akan kembali beroperasi sehari setelah masuk sekolah. (era)

