BerandaADVERTORIALKegiatan "Temu Kader" Perdana, Bupati LAZ Siapkan Hadiah Umrah bagi Kader TPK...

Kegiatan “Temu Kader” Perdana, Bupati LAZ Siapkan Hadiah Umrah bagi Kader TPK Berhasil Tekan Nol Stunting

Giri Menang (Suara NTB) – Pemkab Lombok Barat (Lobar) melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) mengadakan Temu Kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) pada Jumat (26/6/2026). Temu kader TPK merupakan yang pertama kali diadakan semenjak dibentuk tahun 2021 lalu.

Bupati Lobar, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ) yang hadir langsung pada kegiatan itu menyiapkan hadiah umrah bagi kader TPK yang berhasil menekan nol kasus stunting di desa binaannya. Turut hadir Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTB, Dr. Drs. Lalu Makripuddin, M.Si., Ketua TP PKK sekaligus Ketua Tim Posyandu Lobar Hj. Ayu Indra Rukmana Zaini, Kepala Dinas Kesehatan PPKB Hj Erni Suryani, kepala OPD dan jajaran terkait.

Bupati LAZ menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan ini serta dedikasi luar biasa yang ditunjukkan oleh para kader TPK di lapangan dalam mengawal kesehatan keluarga di tingkat bawah. “Saya memberikan apresiasi atas kegiatan ini, karena menghadirkan orang sebanyak ini juga tidak mudah,” ujar Bupati LAZ.

Ia menekankan agar semua kader proaktif menuntaskan data stunting di wilayahnya. Mencatat dan memasukkan ke database setiap terjadi pernikahan sehingga bisa dimonitor dari hamil hingga melahirkan. Di mana jumlah TPK ini sendiri 1.686 orang. Peran mereka dinilai sangat vital dalam mengawal penanganan stunting.

“Makanya kami uji hasil kerjanya, nanti yang baik kerjanya, nanti kalau jumlahnya banyak kita akan undi, saya rangsang (motivasi) dengan berikan hadiah umrah,” kata LAZ.

Karena itu, kader TPK ini diharapkan terus aktif, baik dalam pendataan, mencapai target nol stunting dan mengawal pemberian susu pada balita dan anak-anak. Bupati juga menggarisbawahi krusialnya peran ganda yang diemban oleh para kader perempuan ini. Dari ribuan kader TPK di Lobar, mayoritas dari mereka juga aktif mengabdi sebagai kader Posyandu sekaligus kader PKK yang jumlah totalnya mencapai 5.500 orang di seluruh wilayah kabupaten.

“Kader pendamping keluarga ini memiliki peranan yang luar biasa di lapangan,” tegas LAZ.

Ia pun berharap momentum temu kader ini dapat memperkuat sinergi, meningkatkan kapasitas, serta terus memotivasi para kader dalam menjalankan tugas mulia mendampingi keluarga demi mewujudkan masyarakat Lobar yang lebih sehat, sejahtera, dan bebas dari stunting. Kegiatan ini sekaligus menjadi ajang konsolidasi penting dalam penguatan program-program kependudukan dan penurunan stunting di tingkat desa dan dusun se Lobar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan PPKB Lobar, Hj. Erni Suryana menambahkan, kegiatan temu kader ini merupakan yang perdana semenjak dibentuk tahun 2021, sesuai amanat Perpres nomor 72 tahun 2021, tentang percepatan penanganan Stunting. TPK yang telah dibentuk sebanyak 560 tim, di mana masing-masing tim sebanyak tiga anggota terdiri dari Kader PKK, posyandu dan Nakes. Totalnya ada 1.686 orang, mereka ini mengawal, mendampingi dan melaporkan mulai dari pengantin, hamil sampai dengan balita dipastikan sehat.

“Mereka dikumpulkan dalam rangka mengawal salah satunya pemberian susu PKMK, pada anak dan balita,” sebutnya.

Melihat peran strategis dari Kader TPK ini, sebagai garda terdepan dalam mengawal keluarga mempercepat penanganan stunting, sehingga Bupati pun akan menyiapkan hadiah bagi TPK yang berhasil menekan Stunting hingga nol di desa binaannya.

Dalam kegiatan itu, Para kader mengikuti berbagai kegiatan mulai dari aktivitas fisik dan kebugaran jasmani dengan senam bersama dan pemeriksaan kesehatan gratis di Bencingah Agung, Kantor Bupati. Suasana berlangsung semarak dengan antusiasme para kader yang mengikuti senam bersama sebelum memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang telah disediakan.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen Pemkab dalam membudayakan pola hidup sehat di tengah masyarakat terutama bagi kader TPK yang menjadi pendamping warga dalam penanganan stunting. Melalui kegiatan tersebut, para kader tidak hanya diajak untuk rutin berolahraga, tetapi juga melakukan deteksi dini terhadap kondisi kesehatan melalui pemeriksaan tekanan darah, gula darah, dan layanan kesehatan lainnya.

Sehingga budaya hidup sehat semakin mengakar di masyarakat, dimulai dari para kader TPK yang menjadi garda terdepan dalam memberikan pendampingan dan edukasi kepada keluarga demi mewujudkan masyarakat Lombok Barat yang sehat, produktif, dan berkualitas. (her)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO