Mataram (Suara NTB) – Jumlah pendaftar di SMP Negeri 22 Mataram, pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) menunjukkan tren positif dibandingkan dengan tahun lalu. Jumlah pendaftar di sekolah yang berlokasi di Jalan Gontoran, Kelurahan Bertais, Kecamatan Sandubaya mengalami peningkatan.
Kepala SMPN 22 Mataram, Nasrullah menyampaikan bahwa pelaksanaan seleksi di sekolahnya berjalan dengan lancar. Pendaftaran melalui jalur prestasi dan afirmasi saja, SMPN 22 Mataram sudah menjaring sebanyak 34 calon siswa.
“Alhamdulillah, ada tren positif. Sampai hari ini jumlahnya sudah 34. Tapi saya ndak tahu rincian berapa yang afirmasi, berapa yang prestasi. Yang jelas jumlahnya 34 sampai hari ini,” ujarnya belum lama ini.
Nasrullah mengungkapkan, jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang hanya mencapai 30 pendaftar untuk jalur yang sama.
Meskipun jumlah siswa yang mendaftar setiap tahunnya cenderung fluktuatif, ia tetap optimis kuota tiga rombongan belajar (rombel) yang dibuka akan terpenuhi.
Nasrullah menaruh harapan besar pada limpahan calon siswa dari sekolah lain saat jalur zonasi dibuka. “Jadi masih ada harapan. Nanti ketika dibuka jalur domisili mulai Senin depan itu ada limpahan dari sekolah lain mulai dari SMPN 12 Mataram dan SMPN 14 Mataram. Jadi harapannya mudah-mudahan bisa dapat ya setidaknya 60 lah,” sebutnya.
Menurut Nasrullah, terpenuhinya kuota di sekolah-sekolah pinggiran sangat bergantung pada komitmen seluruh pihak dalam mematuhi petunjuk teknis (juknis) aturan yang berlaku. Jika sekolah-sekolah besar tertib aturan, sistem akan mengunci data secara otomatis begitu kuota mereka penuh.
Sebaliknya, jika pelaksanaan PPDB dicederai oleh praktik curang, sekolah-sekolah yang sepi peminat terancam kekurangan siswa. Namun, Nasrullah yakin ketegasan sistem pusat akan menjadi solusi keadilan zonasi.
“Kalau (Dapodik) ini ditutup betul sesuai aturan yang diatur oleh pusat, ya saya optimis. Insyaallah sekolah-sekolah pinggir itu akan dapat nanti limpahannya,” pungkas Nasrullah. (sib)

