Praya (Suara NTB) – Kodim 1620/Lombok Tengah (Loteng) sukses menyelesaikan pembangunan jembatan Armco di Desa Aik Bual Kecamatan Kopang. Jembatan tersebut merupakan satu dari tiga jembatan yang direncanakan dibangun pada tahun ini. Keberadaan jembatan tersebut diharapkan bisa mempermudah mobilitas masyarakat setempat. Khususnya saat mengangkut hasil bumi dan pertanian di wilayah tersebut.
Proses pembangunan jembatan sepanjang 10 meter dengan lebar empat meter itu, dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat. Dengan hampir sebagai material jembatan diambil dari wilayah sekitar. Sebagai rasa syukur, TNI bersama masyarakat setempat pada Sabtu (27/6/2026), menggelar syukuran kecil-kecilan di lokasi jembatan.
Kodim Loteng sendiri merencanakan membangun tiga jembatan untuk masyarakat di wilayah terpecil di Loteng. Satu jembatan Armco di Desa Aik Bual serta dua jembatan gantung di Desa Teduh Kecamatan Praya Barat Daya serta Desa Batunyale Praya Tengah.
Jembatan Armco
Pemilih jenis jembatan Armco di Desa Aik Bual sendiri karena dinilai cocok untuk wilayah tersebut. Menggunakan bahan pipa baja bergelombang atau corrugated steel pipe, jembatan armco dikenal karena proses instalasinya yang relatif cepat. Namun memiliki daya lama serta tahan kokoh.
Keunggulan tersebut dinilai sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga akan jalur transportasi yang aman di Desa Aik Bual. “Dengan kehadiran jembatan Armco ini bisa memberikan kemudahan akses bagi warga yang akan beraktivitas rutin baik menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat sebagai langkah awal untuk merangsang pertumbuhan ekonomi lokal di desa Aik Bual,” sebut Dandim 1620/Loteng Letkol Arh Mohamad Arifin.
Secara khusus ia memberikan apresiasi atas semangat serta antusiasme masyarakat dalam menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut. Semangat yang diharapkan bisa terus dipertahankan bahkan ditingkatkan di masa yang akan datang. Karena menurutnya, kedekatan TNI dan rakyat adalah roh dari setiap program pembangunan infrastruktur di daerah ini.
“Kehadiran jembatan ini tidak hanya memperlancar jalur transportasi ekonomi lokal saja. Tetapi jembatan ini juga bisa menjadi jalur mobilitas warga maupun akses utama anak-anak Desa Aik Bual untuk pergi sekolah,” tandasnya. (kir)

