Mataram (Suara NTB) – Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM intens melakukan pembinaan terhadap koperasi Kota Mataram. Persoalan sumber daya manusia dan permodalan menjadi tantangan. Pengurus koperasi diingatkan harus memiliki integritas.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM Kota Mataram, Jemmy Nelwan menyampaikan, koperasi di ibukota Provinsi NTB mencapai ratusan. Jumlah ini terdiri dari 50 koperasi desa kelurahan merah putih (KDKMP), 200 koperasi yang bergerak di simpan pinjam dan koperasi lainnya. Sebagian besar koperasi telah mati suri. Artinya, mereka tidak bisa dibubarkan tanpa persetujuan dari seluruh anggota. “Jumlahnya itu ratusan di Kota Mataram. Permasalahannya kita tidak bisa bubarkan begitu saja,” kata Jemmy ditemui pada, Selasa (30/6).
Ia bersyukur koperasi mulai melebar sayap usahanya. Mereka bekerja sama dengan Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) untuk menyediakan makanan bergizi gratis bagi siswa-siswi, ibu hamil, dan balita.
Peluang ini harus dimanfaatkan oleh, koperasi sehingga tidak fokus pada satu bidang usaha saja. Menurut Jemmy, tantangan terbesar dalam pengelolaan koperasi adalah integritas pengurus, sumber daya manusia serta permodalan. Kecendrungan koperasi tidak berjalan, karena pengurus dan anggota berselisih. “Kami selalu menekankan supaya pengurus koperasi ini memiliki integritas, agar usahanya berjalan dengan baik,” terang dia.
Pihaknya mencoba mendisiplin pengurus koperasi melalui monitoring dan evaluasi. Pengawasan dilakukan secara berkala untuk memastikan seluruh persyaratan dipenuhi, terutama rapat anggota tahunan.
Mantan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kota Mataram mengharapkan, pengelola koperasi bisa berkolaborasi dengan anggota, pintar membaca peluang pasar, mengatur keuangan dengan baik serta disiplin secara administrasi. “Mengurus koperasi ini gampang-gampang susah, tetapi tergantung dari pengurusnya untuk menjaga koperasi itu supaya tetap berjalan dengan baik,” demikian kata Jemmy. (cem)

