BerandaEKONOMIAnak PMI Rentan Terabaikan, BP3MI NTB Perkuat Ketahanan Keluarga

Anak PMI Rentan Terabaikan, BP3MI NTB Perkuat Ketahanan Keluarga

Mataram (Suara NTB) – Di balik besarnya kontribusi pekerja migran terhadap perekonomian keluarga, terdapat persoalan sosial yang kerap luput dari perhatian, yaitu pengasuhan anak yang ditinggalkan orang tua bekerja di luar negeri.


Berangkat menjadi pekerja migran tidak hanya meninggalkan tantangan ekonomi, tetapi juga persoalan sosial dalam keluarga. Anak-anak yang ditinggalkan orang tua bekerja di luar negeri berpotensi menghadapi berbagai persoalan, mulai dari kurangnya pengasuhan, lemahnya pengawasan, hingga meningkatnya risiko putus sekolah dan pernikahan usia anak.


Persoalan ini menjadi perhatian Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTB, sehingga dipandang pentingnya memberikan pelatihan pengasuhan positif dan penguatan ketahanan keluarga bagi keluarga pekerja migran, salah satunya di Desa Kalijaga Timur, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur.


Kepala BP3MI NTB, Kadir, di Mataram, Selasa, 30 Juni 2026 mengatakan, perlindungan pekerja migran tidak cukup hanya berfokus pada pekerja yang berada di luar negeri. Keluarga yang ditinggalkan, terutama anak-anak, juga harus mendapat perhatian agar dampak sosial akibat migrasi dapat diminimalkan.


“Dengan memberikan pelatihan, kami ingin memperkuat kemampuan keluarga dalam mengasuh dan melindungi anak-anak yang ditinggalkan bekerja di luar negeri. Perlindungan pekerja migran harus mencakup keluarganya sebagai bagian dari perlindungan yang menyeluruh,” katanya.


Menurut Kadir, keluarga merupakan benteng utama dalam membentuk karakter anak. Karena itu, anggota keluarga yang tinggal di rumah perlu dibekali pengetahuan mengenai pola asuh yang positif, perlindungan anak, serta pentingnya menjaga keberlangsungan pendidikan.


Ia menilai penguatan kapasitas keluarga menjadi salah satu langkah strategis untuk mencegah munculnya persoalan sosial, termasuk pernikahan anak yang masih menjadi tantangan di sejumlah daerah pengirim pekerja migran.


Karena itu, selama pelatihan, peserta diberikan pemahaman mengenai pola pengasuhan positif, perlindungan anak, hingga pendampingan psikologis yang membahas komunikasi efektif antara orang tua dan anak. BP3MI NTB bahkan menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) serta tenaga psikologi. Peserta yang terdiri atas istri pekerja migran dan anggota keluarga pekerja migran. (bul)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO