Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sumbawa, mengaku produksi sampah plastik di Sumbawa mencapai 11 ton per hari. Jumlah ini relatif tinggi pasca sampah organik masuk ke tempat pengolahan akhir (TPA) mencapai 75 ton.
“Kami masih cukup kesulitan dalam menguras sampah plastik, kalau di toko modern sudah tidak diperbolehkan lagi menggunakan plastic, tetapi di toko tradisional dan pasar masih sangat banyak yang menggunakan,” kata Kepala Seksi Kajian Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumbawa, Aryan Perdana Putra, Rabu (1/7).
Aryan melanjutkan, berdasarkan data sekitar 11 ton sampah plastik yang dihasilkan masyarakat per hari masuk ke TPA. Banyaknya sampah plastik ini, tentu sangat tidak baik bagi lingkungan, karena proses penghancuran membutuhkan waktu yang cukup lama.
Dia merincikan, adapun komposisi sampah plastik di Sumbawa yakni, gelas plastik menyumbang sekitar 62,93 persen, botol plastik 79,45 persen dan 21,28 persen merupakan kantong plastik. Pemerintah juga terus berupaya untuk menekan produksi sampah plastic, karena sampah tersebut sangat sulit terurai.
“Memang penanganan sampah plastik ini masih menjadi pekerjaan berat untuk bisa kita selesaikan. Kami juga tengah menginisiasi lahirnya perbup sebagai upaya mengurangi sampah tersebut,” ujarnya.
Selain pengurangan sampah plastik lanjut Aryan, pihaknya juga akan terus mendorong seluruh elemen masyarakat bergerak di pengurangan sampah secara umum. Pemkab Sumbawa juga tengah menyusun peta jalan dalam bentuk rencana aksi upaya pengurangan sampah yang masih sangat rendah.
“Yang paling penting bagaimana kita bisa mengimplementasikan Perda pengelolaan sampah yang sudah ditetapkan sebelumnya,” jelasnya.
Menurutnya, percepatan untuk mencapai target pengurangan sampah juga dilakukan dengan mendorong desa untuk bisa melakukan pengolahan sampah berbasis masyarakat. Jika masyarakat sudah mau mengurangi sampah secara mandiri atau minimal satu kilo per hari per rumah, maka dampaknya sangat besar.
“Kalau kita bisa sama-sama melakukan pengurangan sampah secara mandiri, maka dampaknya sangat besar. Sehingga target yang sudah kita tetapkan bisa terealisasi,” ujarnya. (ils)

