BerandaNTBLOMBOK BARATBanyak Paket Proyek di Lobar Belum Ditender

Banyak Paket Proyek di Lobar Belum Ditender

Giri Menang (Suara NTB) – Pemkab Lombok Barat (Lobar) melalui Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) terus berupaya menggejot proses lelang pengadaan paket proyek. Pasalnya, masih banyak paket proyek yang belum dilelang. Untuk itu, pihak PBJ pun telah mewanti-wanti OPD sejak awal untuk mempercepat proses pengajuan dokumen lelang ke PBJ.


Kabag PBJ Setda Lobar, Yung Savitri dikonfirmasi Suara NTB, Senin (29/6/2026) lalu mengatakan mengacu data yang tayang di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) per bulan Juni 2026, dari 50 paket proyek yang rencananya dilelang hampir setengahnya dalam proses. Sedangkan setengahnya lagi belum diajukan oleh OPD ke PBJ. OPD sejauh ini sedang persiapkan dokumen untuk dimasukkan ke PBJ.


“Kemarin dalam Rapim disampaikan, mereka (OPD) laporan dokumen sudah tahap persiapan. Cuma belum masuk ke PBJ, kita bisa bilang masuk ke PBJ kalau sudah didaftarkan dalam sistem. Jadi harus masuk dalam sistem dulu,” ujarnya.


Dari puluhan paket proyek itu, terdapat dua paket proyek sudah selesai dan 23 paket masih dalam proses. Masing-masing 21 paket konstruksi dan dua paket konsultan.


Dua paket yang sudah selesai pengerjaan yakni proyek Alun-alun GMP dan Kolosium Taman Kota tahap II. Sedangkan dua paket lagi dari Dinas PUPRPKP sedang dalam proses lelang, yakni DED revitalisasi pasar Gerung dan DED Islamic Center. Dua paket konsultan DED ini dikerjakan pada Bidang Cipta Kerja. Ditambah ada 21 paket proyek jalan di Bidang Bina Marga.


Paket konsultan ini membutuhkan proses yang agak lama, sekitar dua bulan, karena ada dua kali masa sanggah. Sementara untuk proses paket proyek di Bina Marga, akan segera dilelang dan kemungkinan awal Juli ini sebagian sudah bisa berkontrak. “Kemungkinan bisa berkontrak pada minggu pertama bulan Juli,” terangnya.


Pihaknya belum bisa menyebut lelang selesai jika belum dikembalikan ke OPD. Sebab dalam proses lelang itu ditayangkan atau diumumkan dulu, kemudian dalam pelaksanaan lelang ada evaluasi, sampai masa sanggah selesai. Barulah dikembalikan ke OPD, dan baru bisa dikatakan proses lelang selesai. “Kalau masih dalam sistem, belum selesai itu masih proses, masa sanggah pun masih Kita sebut proses,” imbuhnya.


Dari sisa paket yang belum masuk tersebut, baru satu paket yang diajukan OPD ke PBJ. Satu paket ini proyek pekerjaan Gedung Nicu RS Tripat, sedangkan yang lain ada tiga paket di Dikbud dan 11 paket pada Dinas Kesehatan ditambah lagi satu paket di Rumah Sakit belum masuk ke PBJ.
Ditambah lagi kalau paket proyek-proyek strategis, harus melalui proses reviu HPS dari Inspektorat. Setelah proses reviu dari Inspektorat, barulah pihaknya berani tayangkan. Pihaknya menargetkan pada Juli ini semua paket proyek tuntas sehingga masa pengerjaan proyek pun panjang. (her)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN






VIDEO