Giri Menang (Suara NTB) – Bupati Lombok Barat (Lobar), Lalu Ahmad Zaini resmi mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 541/1301/EKON-ADPEM/2026 tentang Penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji Tabung 3 Kilogram pada Tingkat Pengecer. SE ini sebagai komitmen Pemkab mengantisipasi permainan harga yang tak terkendali di tingkat pengecer.
Langkah cepat dilakukan Dinas Perdagangan (Disdag) Lobar menindaklanjuti SE Bupati tersebut. Disdag berkolaborasi dengan para Camat turun mengawasi para pengecer untuk memastikan elpiji dijual Rp22 ribu per tabung sesuai dengan SE tersebut. Kepala Disdag Lobar H. Moh Adnan menyampaikan bahwa sesuai instruksi pimpinan, pihaknya menindaklanjuti SE Bupati tersebut.
“Kami turun monitoring (pengawasan) elpiji ini, memastikan dijual harga HET di pengecer sesuai edaran pak Bupati,” tegas Adnan, kemarin.
Pihaknya bersama camat berkolaborasi turun memonitor apakah ada pengecer yang menjual di atas HET tersebut. Kalau ada ditemukan pengecer menjual di atas itu, pihaknya akan menegur dan membimbing agar tidak menjual melampaui HET atau terlalu tinggi kepada masyarakat.
Menurutnya, kalau penjualan dari distributor ke agen dan pangkalan harganya sudah sesuai. “Tetapi ketika di pengecer itu kadang lebih,” ujarnya.
Dari temuan hasil monitor di lapangan, sebelum SE ini dikeluarkan, terkadang pengecer itu menjual Rp23-24 ribu per tabung. Alasannya, mereka diantarkan dari pangkalan sehingga dimintai biaya transportasi. Begitu juga pengaruh dari kenaikan BBM waktu itu.
Namun, untuk sekarang ini, pihaknya turun memonitor agar pengecer tidak lagi menjual di atas HET tersebut. Kegiatan monitoring ini diperkuat SE Pj Sekda sebagai tindaklanjut dari SE Bupati tersebut. Untuk ketersediaan stok elpiji, dari hasil pengecekan ke beberapa Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) dan Distributor di wilayah Lembar, Kuripan dan Narmada dipastikan aman.
“Bahkan di SPPBE di Kuripan itu sekitar 26 ribuan tabung yang tersedia,”ujarnya. Untuk itu pihaknya mengimbau warga tidak perlu khawatir, karena kebutuhannya aman ke depan. (her)

