Praya (Suara NTB) – Desa Bilebante Kecamatan Pringgarata ditunjuk sebagai wakil Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) dalam ajang Desa Berprestasi tingkat Provinsi NTB tahun 2026. Desa yang dikenal dengan wisata pancingan ini harus bersaing dengan desa-desa perwakilan kabupaten lainnya di NTB untuk menjadi wakil NTB diajang yang sama ditingkat nasional. Terpilihanya Desa Bilebante sebagai wakil Loteng bukan tanpa alasan. Di mana Desa Bilebante termasuk desa yang sarat prestasi. Baik ditingkat nasional bahkan internasional.
“Desa Bilebante adalah salah satu desa di Loteng yang sarat prestasi,” ungkap Bupati Loteng H. Lalu Pathul Bahri, S.I.P.,M.A.P., saat menerima tim penilai Desa Berprestasi tingkat Provinsi NTB di Aula Desa Bilebante, Kamis (2/7).
Berbagai penghargaan telah diraih Desa Bilebante sejak beberapa tahun terakhir. Tidak hanya di tingkat nasional, Desa Bilebante juga pernah meraih penghargaan diajang internasional. Karena dinilai sukses mengembangan sector pariwisata berbasis masyarakat.
Dilihat dari beberapa indikator pembangunan, Desa Bilebante juga menunjukkan capaian yang positif. Angka stunting misalnya, Desa Bilebante termasuk yang terendah di Loteng hanya sekitar 6 persen. Begitu juga dengan angka kemiskinan, prosentasenya dibawah rata-rata kabupaten.
“Kalau kabupaten angka kemiskinannya sekitar 10,68 persen. Sedangkan Desa Bilebante, angka kemiskinan sudah di angka 9 persen,” jelasnya seraya mengaku optimis Desa Bilabante bisa menjadi yang terbaik dan bisa mewakili NTB diajang Desa Berpretasi tingkat nasional.
Ketua Tim Penilai Desa Berpretasi NTB Lalu Hamdi, mengungkapkan, kehadiran timnya ke Desa Bilebante untuk melakukan melakukan veriifikasi lapangan terhadap data dan dokumen yang telah disampaikan oleh Pemdes Bilebante sebelumnya. Verifikasi dilakukan untuk memastikan kalua data dan dokumen yang diserahkan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Terutama yang berkaitan dengan tata kelola dan administrasi pemerintah desa. Ditambah kualitas pelayanan kepada masyarakat. Termasuk juga soal validasi data batas wilayah atau desa. “Kita turun untuk memastikan kalau data dan dokumen yang diajukan sesuai dengan kondisi di lapangan,” tegasnya.
Sepintas ia mengaku kalau Desa Bilebante memiliki peluang untuk menjadi yang terbaik di ajang Desa Berprestasi tingkat NTB tahun ini. Namun Kembali semua keputusan kembali pada hasil penilaian akhir oleh tim penilai nantinya. Karena banyak aspek yang dinilai. Tidak hanya terbatas pada satu aspek saja.
Lebih lanjut Hamdi menambahkan, esensi dari ajang Desa Berprestasi ialah bagaimana mendorong desa-desa di NTB untuk mau berinovasi. Dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Termasuk dalam tata Kelola pemerintahanya. Di mana nantinya desa yang terpilih dalam ajang ini bisa menjadi perncontohan bagi desa-desa lainnya di daerah ini dalam menjalankan dan mengelola pemerintahan desa.
“Ajang Desa Berprestasi sekaligus bisa menjadi media evaluasi kemampuan desa dalam menjalankan program dalam setahun terakhir,” tegasnya. (kir)

