Mataram (Suara NTB) – Momentum peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) 2026, Dewan Koperasi Indonesia Wilayah (Dekopinwil) NTB menyiapkan sejumlah agenda sekaligus merumuskan langkah strategis untuk memperkuat kualitas koperasi di daerah.
Fokus utama yang diusung bukan hanya memperkuat kelembagaan, tetapi juga meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta membuka jejaring bisnis bagi koperasi-koperasi produktif.
Dekopinwil NTB bersama Dinas Koperasi NTB telah membentuk panitia bersama untuk menyemarakkan peringatan Hari Koperasi Nasional 2026.
Sejumlah kegiatan telah disiapkan sebagai bagian dari upaya membangun semangat berkoperasi sekaligus memperkuat peran koperasi dalam perekonomian daerah.
Ketua Dekopinwil NTB, Lalu Anis Mujahid, mengatakan rangkaian kegiatan akan diawali dengan upacara peringatan Hari Koperasi pada 20 Juli 2026.
Selanjutnya, pada 21 Juli akan digelar bincang bisnis yang dirangkaikan dengan pelantikan pengurus Dekopinwil serta rapat kerja organisasi.
“Puncak kegiatan berikutnya akan ditutup dengan jalan sehat koperasi pada 25 Juli,” ujarnya.
Selain kegiatan seremonial, Dekopinwil NTB juga mulai menyusun arah program strategis organisasi. Anis menjelaskan, pembagian peran telah disepakati bersama Dinas Koperasi agar tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaan program.
Menurutnya, Dekopinwil akan lebih fokus menjalankan fungsi edukasi dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik pengurus maupun anggota koperasi.
“Kami ingin mengambil peran pada peningkatan kapasitas SDM koperasi. Edukasi menjadi fungsi strategis yang akan kami perkuat,” katanya.
Dekopinwil NTB sebagai Fasilitator Membangun Jaringan Usaha antar-Koperasi
Di samping itu, Dekopinwil juga akan berperan sebagai fasilitator dalam membangun jaringan usaha antar koperasi. Langkah tersebut dinilai penting agar koperasi di NTB memiliki akses pasar dan peluang kerja sama yang lebih luas, termasuk dengan koperasi di luar daerah.
Dekopinwil akan mulai mengidentifikasi koperasi-koperasi yang dinilai siap untuk menjalin kemitraan bisnis. Melalui jejaring tersebut, diharapkan koperasi mampu memperkuat sektor-sektor produktif yang selama ini belum berkembang secara optimal.
Anis menilai koperasi tidak cukup hanya mengandalkan usaha simpan pinjam sebagai sumber kegiatan ekonomi. Menurutnya, koperasi perlu mulai mengembangkan sektor produktif agar mampu memberikan nilai tambah bagi anggotanya.
“Simpan pinjam tetap penting sebagai bagian dari pelayanan kepada anggota. Tetapi kita juga harus mulai mengembangkan sektor produktif sehingga koperasi memiliki usaha yang lebih kuat dan berkelanjutan,” jelas Komisaris Utama Bank NTB Syariah ini.
Ia mencontohkan keberhasilan koperasi-koperasi di daerah lain yang mampu membangun usaha berbasis komoditas unggulan melalui jaringan kemitraan. Menurutnya, model seperti itu dapat diterapkan di NTB dengan menyesuaikan potensi daerah.
“Kita perlu melihat potensi apa yang bisa dikembangkan di NTB. Kalau ada kebutuhan bahan baku atau komoditas tertentu, kita bisa mulai membangun kerja sama untuk memasok kebutuhan tersebut. Tidak harus langsung besar, yang penting memulai membangun networking,” ujarnya.
Sebagai Ketua Dekopinwil NTB, Anis mengaku memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan koperasi-koperasi di daerah berkembang lebih baik. (bul)

