Giri Menang (Suara NTB) – Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat melakukan pertobatan ekologis sebagai langkah untuk memperbaiki hubungan manusia dengan alam dalam upaya menyelamatkan lingkungan hidup di Lombok Barat kedepan.
Seruan ini sekaligus arahan dari Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia Mohammad Jumhur Hidayat dalam Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Program Lingkungan Hidup dalam Pengelolaan Sampah, Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup.
Dalam kesempatan itu, Menteri Lingkungan Hidup mengekspose Agenda Aksi Pertobatan Ekologis Nasional yang berisi arah kebijakan untuk mendorong pemerintah pusat dan daerah membangun kesadaran kolektif dalam memulihkan kualitas lingkungan melalui aksi nyata. Salah satu dalam agenda tersebut juga mencakup pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
Wabup yang didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup M. Busyairi, mengatakan bahwa pertemuan dengan Menteri LH, bersama Gubernur dan Bupati/Walikota se-NTB membahas tentang kelanjutan lingkungan hidup kedepan.
“Pak menteri mengajak kita untuk melakukan pertobatan Nasional istilahnya, untuk menyelamatkan lingkungan hidup,” kata Una sapaan akrab Wabup Lobar ini, Selasa (7/7).
Dikatakan, beberapa arahan Menteri perlu ditindaklanjuti kabupaten/kota, di antaranya perlu melakukan pengembalian fungsi hutan, menyelamatkan sungai dan penanganan masalah sampah. Sampah ini menjadi persoalan tidak saja di NTB tapi secara nasional. “Dan di Lombok Barat juga mengalami hal yang sama, hampir semua bupati/wali kota menyampaikan hal yang sama,”ujarnya.
Salah satu menjadi perhatian bagaimana mengoptimalkan TPA Kebon Kongkok yang kondisinya sudah penuh dan overload. Ada juga TPST yang perlu dimaksimalkan dalam penanganan sampah ke depan. Ditambah lagi kesadaran masyarakat yang masih rendah soal sampah ini, perlu ditingkatkan terus menerus. “Ini menjadi agenda bersama untuk mengatasi soal sampah ini,” ujarnya.
Pemkab Lobar sendiri telah berkomitmen menangani sampah, melalui pengelolaan mesin Masaro dibangun di dua titik yakni TPST Senteluk dan PDU Lingsar yang sudah mulai beroperasi. “Dan mudah-mudahan hasilnya lebih baik dan ada tindak lanjut dari pak Gubenur dari hasil pertemuan dengan pak menteri,” harap dia.
Pada rapat yang diadakan Selasa (7/7/2026) itu, turut dihadiri Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal beserta seluruh Bupati/Walikota se-Nusa Tenggara Barat (NTB). Menteri menekankan, pengelolaan sampah tidak lagi dapat mengandalkan pola angkut dan buang tetapi harus dimulai dari sumber melalui pemilahan sampah organik dan anorganik, pengomposan, penggunaan kembali dan daur ulang sehingga hanya menyisakan residu yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir. (her)

