BerandaHEADLINELahan PM-AAS, Kementan Siapkan Bantuan Benih Satu Juta Hektare

Lahan PM-AAS, Kementan Siapkan Bantuan Benih Satu Juta Hektare

Praya (Suara NTB) – Kementerian Pertanian (Kementan) pada tahun ini menyiapkan bantuan benih gratis bagi petani di seluruh Indonesia yang mau menerapkan sistem Pertanian Modern – Advanced Agricultural System (PM-ASS) dengan target luas tanam mencapai 1 juta hektare.


Demikian diungkapkan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman, saat meninjau lokasi program PM-ASS di Desa Bunkate Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah (Loteng), Jumat (10/7).


Sistem PM-AAS merupakan pendekatan budidaya padi berbasis teknologi yang saat ini tengah dikembangkan oleh Kementan. Sistem tersebut mengintegrasikan mekanisasi, pertanian presisi dan digitalisasi. Melalui penggunaan bibit unggul didukung dengan pemupukan optimal serta pola tanam rapat khusus atau larikan. Dengan sistem tersebut bisa meningkatkan produksi padi dalam satu hektarenya antara 8 sampai 10 ton. Bahkan di beberapa lokasi produksinya bisa mencapai 12 ton per hektare.


“Sistem baru ini bisa mendorong produksi pertanian dalam satu hektarenya hingga 10 sampai 12 ton. Minimal 8 ton,” sebutnya, seraya menambahkan, petani harus disiplin. Terutama dalam hal pemupukan, baik secara kuantitas pupuk ataupun jenis pupuk yang digunakan.


Mentan menjelaskan, bagi petani yang mau menerapkan sistem PM-ASS tersebut nanti bisa mengajukan usulan melalui Dinas Pertanian disertai dengan rencana luas tanam. Setelah itu bisa diusulkan untuk mendapatkan benih padi secara gratis dari pemerintah pusat. Nanti usulannya akan dimonitor oleh PPL di daerah ini.


“Berapa pun usulannya kita siap. Asalkan mau menanam dengan metode baru ini. Karena target pemerintah untuk program ini sekitar 1 juta hektare,” tegasnya.


Ia menjelaskan, metode tanam baru tersebut secara bertahap akan terus diperluas implementasinya. Harapannya, produksi padi secara nasional bisa meningkat dan bisa meningkatkan kesejahteraan petani. Karena semakin tinggi produksi padi, pendapatan yang diterima petani juga semakin tinggi. Mengingat, harga gabah sekarang sudah jauh meninggkat dari tahun-tahun sebelumnya.

Target 100 Hektare


Khusus di Loteng tambah Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Loteng Zaenal Arifin, S.P., di tempat yang sama, metode tanam dengan sistem PM-ASS tersebut sudah mulai diimplementasikan pada musim tanam ini. Tetapi belum secara menyeluruh. Di mana dari 100 hektare yang ditargetkan, baru tercapai sekitar 51 hektare dan baru di beberapa desa saja.
Ke depan, lokasi dan luas area tanam sistem PM-ASS tersebut akan terus diperluas. Dengan menyasar desa-desa lainnya di Loteng. “Saat ini sistem tanam PM-ASS ini baru diterapkan di beberapa desa. Ke depan, akan terus kita perluas. Karena ini program pusat yang pastinya harus didukung,” ujarnya.

Zaenal menjelaskan sistem PM-ASS memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan sistem tanam yang lain. Pertama, dari sisi biaya operasional tanam bisa ditekan. Pasalnya, benih langsung ditanam di lahan tanam. Tidak perlu dilakukan penyemaian seperti sistem tanam yang lain, sehingga bisa menekan biaya buruh dan biaya operasional lainnya.


Dari sisi produktivitas, sistem tersebut diyakini bisa meningkatkan produktivitas hingga 10 ton per hektare. “Sistem tanam ini mirip dengan sisi Gogorancah. Bedanya, kalau Gogorancah di lahan kering dengan metode tegalan. Sedangkan PM-ASS ini menanam benih langsung di lahan basah. Dengan metode larian atau benih dijajar dalam jarak tertentu,” terangnya. (kir)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO