PEMERINTAH Kelurahan Pejarakan Karya, Kecamatan Ampenan, menggencarkan upaya pencegahan demam berdarah dengue (DBD) dengan melakukan pemeriksaan jentik nyamuk ke rumah-rumah warga, melaksanakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), serta membagikan bubuk Abate. Hingga pertengahan 2026, tercatat dua kasus DBD di wilayah tersebut.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap meningkatnya potensi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti pada masa peralihan musim. Tempat-tempat penampungan air, seperti bak mandi, ember, dan wadah lainnya, menjadi sasaran utama pemeriksaan karena berpotensi menjadi lokasi berkembang biaknya jentik nyamuk.
Lurah Pejarakan Karya, Mulhakim, mengatakan pemeriksaan jentik dilakukan secara door to door sebagai langkah awal dalam mencegah penyebaran DBD. Petugas juga memberikan bubuk Abate kepada warga untuk digunakan pada tempat penampungan air.
“Kami melakukan pemeriksaan jentik nyamuk ke rumah-rumah warga sekaligus melaksanakan PSN dan membagikan bubuk Abate,” ujarnya, Senin (13/7).
Selain kegiatan PSN, Pemerintah Kelurahan Pejarakan Karya juga terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat sebagai upaya mitigasi dini terhadap penyebaran DBD. Warga diimbau rutin menjaga kebersihan lingkungan dan menguras tempat-tempat penampungan air agar tidak menjadi sarang nyamuk.
Mulhakim mengungkapkan, hingga pertengahan 2026 tercatat dua kasus DBD di wilayahnya. Namun, seluruh kasus tersebut telah ditangani dengan cepat melalui koordinasi bersama puskesmas setempat.
“Alhamdulillah, langsung kami tindak lanjuti di lapangan dan pasien sudah sembuh berkat penanganan yang cepat bersama puskesmas,” katanya.
Ia menambahkan, jumlah kasus DBD tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencatat satu kasus.
Berdasarkan pemetaan di lapangan, wilayah yang dinilai paling rentan terhadap penyebaran DBD berada di Lingkungan Monjok karena memiliki kepadatan penduduk yang tinggi serta kondisi lingkungan yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Dalam upaya pengendalian DBD, pihak kelurahan lebih mengedepankan pemberantasan sarang nyamuk daripada pengasapan (fogging).
Menurut Mulhakim, fogging bukan solusi utama karena hanya membunuh nyamuk dewasa dan penggunaannya perlu mempertimbangkan dampak terhadap kesehatan serta lingkungan.
Untuk memperkuat pencegahan, pemerintah kelurahan juga melibatkan kepala lingkungan dan ketua RT. Setiap kali turun hujan, masyarakat diimbau melalui pengeras suara masjid atau musala agar segera melakukan PSN secara mandiri dengan menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang-barang yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk. (pan)

