Mataram (Suara NTB) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Mataram menerapkan seleksi yang lebih ketat dalam menentukan atlet yang akan diberangkatkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB 2026. Kebijakan tersebut diambil sebagai dampak efisiensi anggaran sehingga jumlah atlet yang dikirim lebih sedikit dibandingkan pelaksanaan Porprov sebelumnya.
Ketua Umum KONI Kota Mataram, H. Firadz Pariska, mengatakan pada penyelenggaraan Porprov sebelumnya kontingen Kota Mataram selalu menjadi yang terbesar di antara kabupaten/kota di NTB. Namun, pada Porprov XII, jumlah atlet yang diberangkatkan hanya mencapai 587 orang sehingga berada di peringkat keempat dari sisi jumlah kontingen.
“Dari catatan saya, justru tahun ini kita hanya nomor empat terbanyak, yaitu 587 atlet,” ujarnya, Senin (13/7).
Menurutnya, jumlah tersebut berada di bawah kontingen Kabupaten Lombok Barat, Lombok Timur, serta Sumbawa maupun Kabupaten Sumbawa Barat.
Meski jumlah atlet berkurang, Firadz menegaskan target prestasi tidak ikut diturunkan. KONI Kota Mataram tetap optimistis mampu mempertahankan gelar juara umum melalui proses seleksi yang lebih selektif dengan mempertimbangkan hasil pemantauan performa atlet, termasuk pencapaian pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) dan Kejuaraan Nasional (Kejurnas).
Ia menjelaskan, KONI hanya mendaftarkan atlet yang dinilai memiliki peluang besar meraih medali emas. Atlet yang diproyeksikan hanya mampu meraih medali perunggu tidak dimasukkan dalam daftar kontingen.
“Kami memfokuskan pengiriman atlet yang benar-benar berpeluang meraih medali emas agar target mempertahankan juara umum bisa tercapai,” katanya.
Target yang dipasang KONI Kota Mataram pun cukup ambisius, yakni meraih 180 medali emas. Jumlah tersebut meningkat 28 medali dibandingkan capaian pada Porprov XI NTB 2023 yang menghasilkan 152 medali emas.
Sekretaris DPD I Partai Golkar NTB menambahkan, keputusan tersebut diambil melalui analisis yang matang dengan melibatkan pendekatan sport science atau ilmu keolahragaan. Proses seleksi dilakukan melalui berbagai indikator, termasuk pemanfaatan teknologi dan penilaian tingkat kebugaran setiap atlet.
“Banyak indikator yang kami masukkan untuk memutuskan atlet yang akan kami kirim,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh atlet yang akan berlaga pada Porprov XII NTB. Ia berharap Kota Mataram mampu mempertahankan gelar juara umum melalui persiapan yang matang.
“Pemerintah Kota Mataram memberikan dukungan penuh, baik secara moril maupun materiel, kepada seluruh kontingen. Kita harus optimistis, dengan persiapan yang matang dan disiplin tinggi, Kota Mataram bisa kembali membawa pulang piala juara umum dan mempertahankan supremasi olahraga kita,” pungkasnya. (pan)

