Mataram (Suara NTB) – Dinas Kesehatan Kota Mataram meminta program Makanan Gizi Gratis (MBG) untuk menekan stunting perlu dievaluasi. Evaluasi ini dinilai penting untuk mengetahui capaian program prioritas pemerintah pusat berdampak bagi penurunan kasus stunting di daerah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, dr. H. Emirald Isfihan menegaskan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki korelasi yang bagus apabila program itu benar-benar dijalankan dengan baik dan tepat sasaran. Program prioritas Presiden RI H. Prabowo Subianto itu, tidak hanya menyasar siswa-siswi di sekolah melainkan juga mengarah pada ibu hamil, ibu menyusui dan balita, karena program ini dinilai akan sangat mendukung upaya pemenuhan gizi mereka. “Kalau dikatakan berkorelasi tentu akan berkorelasi asalkan benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.
Program MBG semestinya kata dia, harus memiliki dampak bagi penurunan angka stunting di Kota Mataram. Akan tetapi, perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh capaian dampak program tersebut.
Evaluasi ini kata Emirald,diserahkan sepenuhnya ke Badan Gizi Nasional atau diserahkan kepada institusi tertentu, untuk mengevaluasi program MBG untuk menekan angka balita berbadan pendek. “Kalau tugas kami hanya mengatensi saja karena kewenangan mengevaluasi dari BGN secara langsung,” ujarnya.
Jumlah kasus stunting di Kota Mataram mencapai 5,3 persen atau sekitar 1.000 anak lebih. Mantan Wakil Direktur RSUD Kota Mataram ini mengharapkan kerja kolaborasi antara lintas sektor baik dari pemerintah pusat, badan usaha milik negara atau badan usaha milik daerah serta OPD teknis lainnya, untuk bersama-sama menekan kasus stunting.
Persoalan ini menurut dia, bukan hanya urusan kesehatan semata, melainkan multi sektor dari aspek sanitasi, lingkungan dan lain sebagainya. “Ketika program penanganan stunting ini berhasil bukan menjadi kerja dari satu instansi saja, melainkan kerja kolektif lintas instansi, lembaga maupun masyarakat lainnya,” demikian kata dia. (cem)

