Sumbawa Besar (Suara NTB)-Pemkab Sumbawa memastikan pelaksanaan pembangunan ruas jalan Batudulang- Tepal segmen Batudulang- Punik terus berjalan. Progres proyek jalan senilai Rp83 miliar tersebut, mengalami deviasi positif dari target yang telah ditetapkan sebelumnya.
“Per bulan Juli 2026 itu progressnya sudah diangka 37,34 persen atau terjadi deviasi positif 0,028 persen dari target 37,12 persen. Hari kerja yang digunakan sudah 196 hari kalender,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya, kepada Suara NTB, Selasa (14/7).
Capaian 37 persen tersebut lanjut Suharmaji, sudah sangat bagus dengan pembagian beberapa segmen pekerjaan fisik. Pekerjaan pertama berada di kilometer 3 menjadi titik nol sampai kilometer 5 sudah mulai dilakukan penyebaran LPA, termasuk pemasangan U-ditch saluran.
“Segmen kilometer 4 sampai kilometer 5,5 kilometer sudah dilakukan pemasangan LPB dan sebagian pengerjaan bahu jalan menggunakan rabat beton. Kami juga melakukan alitrase brang treng yang menjadi atensi pemerintah,” ucapnya.
Proyek yang ditargetkan rampung bulan November 2026 tersebut, terus berjalan dengan sisa waktu pekerjaan yang masih cukup lama. Kendala cuaca sudah tidak ada lagi, sehingga pihaknya optimis bisa selesai di bulan Oktober atau sebelum kontrak berakhir.
“Saya lihat progresnya cukup bagus, sehingga kami optimis pekerjaan tersebut bisa tuntas di bulan Oktober atau satu bulan lebih cepat dari masa kontrak berakhir,” ujarnya.
Pihaknya juga meminta kepada kontraktor pelaksana untuk bisa memperhatikan beberapa titik rawan seperti tikungan dan tanjakan. Hal itu menjadi atensi, karena Kementerian PU memberikan syarat khusus bahwa tanjakan tidak boleh lebih dari 20 persen.
Penanganan ruas Batudulang–Tepal merupakan bagian penting dari prioritas pembangunan infrastruktur daerah. Dari total panjang ruas sekitar 27 kilometer yang sudah ditangani baru 14,2 kilometer dan penanganan yang dilakukan saat ini sepanjang 8,1 kilometer.
“Jadi, secara total ruas jalan yang sudah ditangani dan akan seki tar 22,3 kilometer. Sisanya ada sekitar 5 kilometer masih dalam kondisi bagus aspalnya mulai dari Punik sampai akse Brang Petang yang dilaksanakan pada tahun 2023 lalu,” ujarnya.
Ia menyebutkan, total anggaran nasional untuk IJD ini mencapai Rp2,8 triliun. Sumbawa menjadi satu-satunya kabupaten di Provinsi NTB, yang memperoleh program ini dengan nilai kontrak yang telah ditandatangani pada 22 Desember 2025 mencapai Rp83 miliar di tahap awal.
“Anggaran itu terdiri dari Rp83 miliar untuk pekerjaan konstruksi dan Rp2,9 miliar untuk konsultan dengan masa kontrak hingga 16 November 2026. Secara keseluruhan, total anggaran multiyears untuk ruas jalan wilayah selatan mencapai Rp385 miliar,” ujarnya. (ils)

