Taliwang (Suara NTB) – Bupati Sumbawa Barat, H. Amar Nurmansyah meminta seluruh camat mengantisipasi potensi konflik sejak dini menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026. Langkah itu dinilai penting agar pesta demokrasi di tingkat desa berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
Pesan tegas tersebut disampaikan Bupati saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pilkades Serentak 2026 di Graha Fitrah, Senin (13/7). Dalam rapat itu sejumlah pihak hadir mulai dari Wakil Bupati, Hj. Hanipah, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala perangkat daerah, para camat, dan pemangku kepentingan lainnya.
Bupati mengatakan pelaksanaan Pilkades tahun ini menjadi momentum penting, karena merupakan awal penerapan keserentakan pemilihan kepala desa di Sumbawa Barat pasca perubahan Undang Undang Desa. Pengalaman penyelenggaraan sebelumnya kata dia, harus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki pelaksanaan tahun ini. “Pemerintah daerah memang bukan penyelenggara teknis Pilkades. Namun, kita memiliki tanggung jawab memastikan seluruh tahapan berjalan aman, tertib, dan kondusif,” tegasnya.
Menurut Bupati, berbagai persoalan berpotensi muncul selama tahapan Pilkades. Karena itu, ia meminta perangkat daerah bersama Forkopimda segera memetakan setiap potensi kerawanan sebelum berkembang menjadi konflik.
Salah satu yang menjadi perhatian ialah validitas daftar pemilih yang masih menggunakan basis data kependudukan 2024. Permasalahan ini Bupati menginstruksikan agar Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) berperan aktif memperbarui dan memastikan akurasi data.
“Kalau potensi kerawanan diidentifikasi sejak awal, penyelesaiannya juga akan lebih mudah sebelum menjadi persoalan yang lebih besar,” ujatnya.
Orang nomor satu di KSB ini, juga meminta TNI dan Polri melalui Babinsa dan Bhabinkamtibmas terus melakukan pembinaan di desa-desa yang menyelenggarakan Pilkades. Ia mengingatkan seluruh aparatur pemerintah dan aparat keamanan menjaga netralitas selama proses pemilihan berlangsung. “Jangan sampai aparat berpihak kepada salah satu calon. Tugas kita menjaga situasi tetap kondusif dan menjalankan peran sesuai kewenangan masing-masing,” pungkasnya.
Selain menekankan aspek keamanan, Amar mendorong adanya inovasi dalam pelaksanaan Pilkades, termasuk membuka peluang penerapan sistem pemungutan suara berbasis elektronik di desa yang dinilai siap.(bug)

