BerandaEKONOMIPuluhan UMKM NTB dari “Desa Berdaya” Dilatih Jadi Eksportir, Target Turunkan Kemiskinan...

Puluhan UMKM NTB dari “Desa Berdaya” Dilatih Jadi Eksportir, Target Turunkan Kemiskinan dan Tembus Pasar Global

Mataram (Suara NTB) – Sebanyak 30 pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari program unggulan daerah Desa Berdaya di Provinsi NTB mengikuti pelatihan calon eksportir yang digelar di Balai Kemasan NTB, sejak Rabu, 22 Juli 2026.


Kegiatan pelatihan calon eksportir yang digelar oleh Bidang Pengembangan Perdagangan Luar Negeri (PPLN) Dinas Perindag NTB ini menjadi salah satu langkah pemerintah daerah NTB untuk mendorong UMKM desa naik kelas, menurunkan angka kemiskinan, dan menembus pasar internasional.


Pembukaan pelatihan dihadiri langsung Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi NTB, Hj. Sinta Iqbal, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB Hario K. Pamungkas, serta sejumlah instansi terkait, termasuk Bea Cukai dan para pendamping ekspor.


Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTB, Lalu Wiranata, mengemukakan, pelatihan ini merupakan bagian dari program Desa Berdaya yang bertujuan meningkatkan daya saing produk UMKM hingga layak ekspor.


“Target kami adalah UMKM naik kelas. Ukurannya, produk mereka tidak hanya diterima di pasar lokal, tetapi juga bisa masuk ke pasar dunia. Karena itu kami ingin produk-produk unggulan dari desa mampu menembus pasar ekspor,” kata Wiranata.


Ia menjelaskan, sebanyak 106 desa mengikuti proses seleksi untuk mengikuti program ini, namun hanya 30 desa dengan 30 produk unggulan yang lolos dan mengikuti pelatihan intensif selama tiga hari.


Peserta tidak hanya dibekali materi mengenai prosedur ekspor, tetapi juga didampingi mulai dari peningkatan kualitas produk, standarisasi, manajemen usaha, hingga strategi mencari pembeli (buyer) di luar negeri. Pendampingan akan terus dilakukan hingga akhir tahun melalui program business matching dengan para buyer dalam dan luar negeri.


“Selama ini mereka sebenarnya sudah mampu menghasilkan produk yang berkualitas. Yang belum mereka kuasai adalah bagaimana mengekspor secara profesional dan berkelanjutan. Itu yang kami dampingi,” ujarnya.


Pemprov NTB menargetkan sedikitnya tiga desa dari peserta pelatihan mampu melakukan ekspor langsung pada tahun ini.


Produk yang mengikuti pelatihan berasal dari berbagai daerah di NTB, seperti tenun, kerajinan ketak, kopi, cokelat, olahan ikan, mete, hingga produk unggulan lainnya dari Pulau Lombok maupun Pulau Sumbawa.


Menurut Wiranata, selama ini sebagian produk UMKM NTB sebenarnya telah masuk pasar luar negeri, namun masih menggunakan merek atau jalur pemasaran dari daerah lain sehingga nilai tambah dan pengakuan terhadap produk NTB belum maksimal.


Melalui program ini, pelaku UMKM didorong mampu melakukan ekspor secara mandiri, mulai dari memahami prosedur karantina, kepabeanan, logistik, hingga pemasaran internasional. Program ini juga menjadi bagian dari strategi Pemerintah Provinsi NTB dalam menggerakkan ekonomi desa dan mengurangi kemiskinan ekstrem. Dengan meningkatnya kapasitas UMKM desa hingga mampu menembus pasar ekspor, diharapkan usaha-usaha tersebut dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja dan memperkuat perekonomian masyarakat di tingkat desa.


“Harapan kami mereka tidak lagi sekadar menitipkan produk melalui daerah lain, tetapi mampu mengekspor langsung dari NTB sehingga nilai tambahnya juga kembali ke daerah. Kalua sudah mampu ekspor, bahan baku akan terserap, tenaga kerja terserap, ekonomi bergerak. Sehingga masyarakat di Desa Berdaya ini akan naik kelas secara ekonomi, dan target pemerintah NTB adalah menurunnya angka kemiskinan. Selanjutnya kegiatan yang sama akan kita lakukan untuk Desa Berdaya lainnya,” tandasnya. (bul)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO