BerandaNTBLOMBOK TIMURTiga Program Unggulan Lotim Diikutkan TPAKD Award 2026

Tiga Program Unggulan Lotim Diikutkan TPAKD Award 2026

Selong (Suara NTB) – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Pemkab Lotim) mengikuti tahapan virtual assessment TPAKD Award 2026 Tingkat Nasional melalui konferensi video Zoom Meeting dari Ruang Rapat Bupati Lotim, pada Jumat (24/7/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan daerah dan pemangku kepentingan akses keuangan daerah, menandai komitmen serius kabupaten ini dalam memperkuat inklusi keuangan di tengah masyarakat.


Acara yang berlangsung Jumat tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya, Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik, Kepala OJK Provinsi NTB, Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda, serta jajaran pimpinan OPD dan stakeholder akses keuangan daerah.


Sementara itu, Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin turut bergabung secara virtual untuk memberikan arahan sekaligus dukungan penuh terhadap program-program inklusi keuangan yang telah berjalan.


Pemerintah Kabupaten Lombok Timur secara konsisten menjalankan tiga program unggulan TPAKD yang telah terbukti memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Program pertama adalah Lotim berkembang. Program yang telah diinisiasi sejak tahun 2020 ini berfokus pada dua sektor utama, yaitu peternakan dan UMKM.


Pada sektor peternakan, program ini sukses menjangkau 14.564 nasabah hingga tahun 2025. Meskipun sempat menghadapi tantangan akibat dampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), tingkat Non-Performing Loan (NPL) di kalangan peternak tetap terkendali dengan baik di angka 1,03 persen.


Sementara itu, pada sektor UMKM, TPAKD melalui skema bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah menyisir 611 pelaku usaha. Sebagai dorongan, Pemkab juga memfasilitasi kegiatan car free night (CFN) setiap malam Kamis, yang dalam 50 minggu pelaksanaan sukses mencatatkan omzet hingga Rp464 juta bagi 60 UMKM, lengkap dengan edukasi pembayaran digital.


Program subsidi bunga pinjaman juga terus berjalan bagi pelaku usaha pertanian dan perkebunan, serta gerakan “Satu Santri Satu Rekening” sebagai bentuk perluasan akses keuangan bagi kalangan santri.


Kedua program EPIKS (Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah). Program ini berfokus pada penguatan akses keuangan syariah di lingkungan pondok pesantren. Meskipun baru dimulai di satu pondok pesantren, tingkat perputaran akses keuangannya terbukti sangat tinggi. Pada tahun ini, pemerintah daerah menambah satu pondok pesantren berskala besar untuk bergabung.


Hasilnya pun menggembirakan, nilai akses keuangan tumbuh pesat dari sebelumnya Rp12 juta kini mencapai Rp4 miliar. Keberhasilan tersebut didukung oleh pengawasan langsung dari DPRD serta pendampingan dari Dinas Pendidikan yang turut meningkatkan literasi keuangan syariah bagi para wali murid dan lingkungan pondok pesantren.


Ketiga, Program Rekening Pelajar. Program ini berhasil menjangkau sekitar 308.000 pelajar di Kabupaten Lombok Timur dengan akumulasi saldo mencapai Rp76 miliar. Program ini menjadi fondasi penting dalam menanamkan budaya menabung sejak dini sekaligus memperluas akses keuangan bagi generasi muda.
Penguatan akses keuangan daerah juga disinergikan dengan Baznas melalui program Petani Mustahik. Program bantuan penanaman jagung di atas lahan seluas 50 hektare tersebut dilaporkan telah berhasil melakukan panen raya pada Juni lalu.


Capaian pengumpulan ZIS Lombok Timur tercatat melonjak signifikan dari Rp10–12 miliar pada tahun 2025 menjadi Rp24 miliar pada tahun 2026. Bupati menyampaikan peran strategis Baznas Lombok Timur yang tidak hanya fokus pada bantuan sosial, tetapi juga pemberdayaan UMKM dan penciptaan lapangan kerja bagi pemuda.


Mendukung Program Desa Berdaya yang merupakan program Pemprov NTB untuk menekan angka kemiskinan ekstrem, Pemda menyiapkan bantuan sosial sebesar kurang lebih Rp1,8 juta per KK bagi masyarakat miskin ekstrem, yang disertai dengan program kewirausahaan. Melalui program ini, warga miskin ekstrem diprioritaskan untuk menjadi penyuplai dalam rantai pasok program MBG dan masuk ke dalam KDMP. Dengan adanya integrasi ini, Sekda optimis efektivitas keuangan daerah akan semakin nyata dan berdampak langsung bagi kemajuan daerah.


Sekretaris Daerah Lotim, H. Muhammad Juaini Taofik yang turut hadir pada kesempatan tersebut menambahkan terkait penanganan sektor peternakan. Kendati menghadapi tantangan tersendiri, pendekatan yang digunakan pemerintah daerah kini lebih persuasif dengan keterlibatan berbagai OPD teknis hingga Satpol PP.


Sementara itu, melalui program EPIKS, pemerintah daerah juga melibatkan Dinas Pendidikan dengan fokus utama pada peningkatan literasi keuangan syariah bagi para wali murid serta lingkungan pondok pesantren.
Pada sesi terakhir, Asisten Deputi Inklusi Keuangan dan Kewirausahaan Kemenko Perekonomian Erdiriyo menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam Virtual Assessment TPAKD Award 2026 Tingkat Nasional tersebut.


Erdiriyo berharap seluruh capaian dan program kerja TPAKD Kabupaten Lombok Timur ini dapat memberikan manfaat nyata dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan, menekan angka kemiskinan, serta mengurangi tingkat pengangguran.


“Semoga penguatan program inklusi keuangan di daerah ini semakin membawa kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Lombok Timur,” pungkasnya. (rus)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO