BerandaNTBLOMBOK TIMURAlunan Budaya Pringgasela, Hidupkan Ekonomi Kreatif untuk Kesejahteraan Masyarakat

Alunan Budaya Pringgasela, Hidupkan Ekonomi Kreatif untuk Kesejahteraan Masyarakat

Selong (Suara NTB) – Alunan Budaya Desa Pringgasela Raya yang telah memasuki usia satu dekade kembali menggelar perayaan spektakuler pada Sabtu (25/7/2026). Ribuan pengunjung dari berbagai penjuru Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga luar daerah memadati kawasan simpang empat Tugu Juang Pringgasela Raya atau yang akrab disebut Tugu Mopra. Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi momentum untuk bangkitkan ekonomi kreatif guna tingkatkan kesejahteraan masyarakat.


Wakil Bupati Lombok Timur, Moh Edwin Hadiwijaya, menegaskan, event tersebut saat ini lebih difokuskan pada penggerakan ekonomi kreatif dan peningkatan kesejahteraan warga sekitar.
“Belum sampai ke itu, sudah terlalu jauh. Kita kan ini ekonomi kreatif, menggerakkan ekonomi kita, ya terutama di lingkungan sekitar,” katanya saat ditemui usai acara.


Menurutnya, dukungan pemerintah daerah terhadap Alunan Budaya diberikan secara penuh, mengingat event ini merupakan satu-satunya kegiatan yang masih tersisa dan masuk dalam Karisma Event Nasional (KEN).


“Event Alunan Budaya yang sudah menyentuh satu dekade ini mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah, karena ini satu-satunya yang masih tersisa yang masuk dari Karisma Event Nasional kita punya,” jelasnya.


Dampak penyelenggaraan Alunan Budaya, kata Edwin, tidak hanya dirasakan di sekitar lokasi kegiatan tetapi juga menjangkau desa-desa sekitarnya. Pencatatan dampak ini dilakukan secara berkesinambungan dari tahun ke tahun dan menjadi salah satu penilaian dalam Karisma Event Nasional untuk menentukan keberlanjutan event.


“Teman-teman khusus yang di Alunan Budaya ini dari tahun ke tahun mencatat dampak itu. Tidak hanya dampak di sekitar spot kegiatan, tapi termasuk desa sekitarnya. Itu juga menjadi bagian penilaian,” ungkapnya.


Ke depan, Lombok Timur disebut siap untuk mengangkat Alunan Budaya ke jenjang yang lebih tinggi. Event yang saat ini menggunakan tema Sri Menanti ini akan menjadi ajang pembukaan bagi langkah Lombok Timur untuk meningkatkan skala kegiatan di tahun mendatang.


“Karena ini akan menjadi event Lombok Timur, bisa jadi karena ini Lombok Timur akan mencari tempat lokasi yang lain lagi. Jadi jangkauannya sudah jadi eventnya Kabupaten,” tutup Edwin.


Satu dekade berlalu, Alunan Budaya telah menjadi bukti bahwa tenun bukan hanya kain, tapi juga cerita; tarian bukan hanya gerak, tapi juga doa; dan festival bukan hanya pesta, tapi juga ikhtiar menjaga nafas bangsa. Dengan usianya yang mencapai satu dekade, Alunan Budaya diharapkan terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat, sekaligus menjadi kebanggaan Kabupaten Lombok Timur di kancah nasional.


Kepala Dinas Kebudayaan Nusa Tenggara Barat, Muhammad Ihwan, yang hadir langsung menonton, mengakui dirinya dibuat merinding oleh penampilan para seniman.


Menurutnya jika dikemas seperti ini maka tidak akan khawatir budaya-budaya kita di NTB luntur. “Tidak bisa kita membawa budaya kita yang lama itu dengan yang lama, tetapi tetap mempertahankan kekinian dengan tradisi kita yang lama,” ujarnya penuh haru.


Ihwan juga menyoroti potensi besar Lombok Timur sebagai episentrum wisata budaya. Lombok Timur disebutkan memiliki titik terbanyak untuk pengembangan wisata budaya. Kita sudah komitmen bersama Pemkab Lombok Timur untuk mengembangkan kawasan wisata Pringgasela.


Puncak acara dimeriahkan oleh tarian kolosal dan karnaval tenun yang menampilkan gelombang kain tenun berwarna-warni. Para penari bergerak serentak mengenakan pakaian adat Lombok yang dipadu dengan kain tenun bermotif Sri Menanti, ikon khas Pringgasela. Setiap lipatan dan motif bergerak mengikuti irama, seakan menghidupkan kembali ingatan leluhur dalam balutan kemasan masa kini.


Tak kalah memukau, sesi fashion show menghadirkan busana-busana kontemporer hasil olahan desainer lokal. Setiap helai tenun disulap menjadi gaun, setelan, hingga aksesori modern. (rus)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO