BerandaBREAKING NEWSKafe yang Sudah Tak Beroperasi di Batulayar Lombok Barat Terbakar

Kafe yang Sudah Tak Beroperasi di Batulayar Lombok Barat Terbakar

Giri Menang (Suara NTB) – Kafe Blue Safir yang berada di Dusun Melase, Desa Batulayar, Kecamatan Batulayar, Lombok Barat terbakar pada Minggu, 26 Juli 2026 sekitar pukul 16.05 Wita.

Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Meski demikian, bangunan mengalami kerusakan berat dengan kerugian lumayan besar. Kepala Dinas Damkarmat Lobar melalui Kabid Pemadaman Penyelamatan dan Sapras, Dedy Aswandi, menyampaikan informasi awal diperoleh dari warga, bahwa telah terjadi kebkaran Kafe Blue Safir

“Kami terima informasi sekitar pukul 16.05 Wita,” terang Dedy, Minggu, 26 Juli 2026.

Setelah mendapat informasi kafe di Batulayar terbakar itu, pihaknya langsung bergerak mengarahkan belasan tim pemadam dengan empat unit mobil pemadam.

Empat kendaraan yang dikerahkan terdiri tiga kendaraan operasional pemadam dan dibantu oleh Mabes Damkar Gerung serta satu mobil suplai. Tim Damkarmat tiba di lokasi sekira pukul 16.10 Wita. Hampir satu jam lebih dilakukan pemadam, akhirnya api dapat dipadamkan dengan menghabiskan empat tangki air.

Belum diketahui pasti penyebab kebakaran itu, tetapi dengan dugaan sementara konsleting listrik. Saat kejadian kebakaran, kondisi kafe dalam keadaan kosong, karena kafe ini menurut informasi telah lama tak beroperasi. “Kafe dalam keadaan kosong, sudah lama tidak beroperasi,” imbuhnya.

Kejadian Kebakaran di Lombok Barat Meningkat

Diketahui, kejadian kebakaran di wilayah Lombok Barat (Lobar) mengalami peningkatan beberapa bulan terakhir. Bahkan sebelumnya, Pondok Pesantren Nujumul Huda Lembar terbakar pada Jumat, 24 Juli 2026.

Peningkatan kejadian kebakaran ini terlihat dari jumlah kejadian yang ditangani Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan Lobar, pada triwulan II meningkat dibanding triwulan I tahun 2026 ini.

Peningkatan kejadian yang didominasi kebakaran lahan ini bersamaan dengan fenomena El Nino yang melanda sejak bulan Mei lalu. Berdasarkan data Dinas Damkarmat setempat mencatat selama triwulan I (Januari-Maret), jumlah kejadian kebakaran sebanyak 13. Dari kejadian itu, Damkar mampu menyelamatkan harta benda korban ditaksir mencapai Rp4,7 miliar. Sedangkan kerugian akibat tidak bisa diselamatkan sebesar Rp470 juta.

Jumlah kejadian kebakaran ini meningkat di triwulan II (April hingga Juli) sebanyak lima kasus menjadi 18 kejadian kebakaran di Lombok Barat. Dengan kerugian harta yang bisa dicegah mencapai Rp565 juta sedangkan yang tidak bisa diselamatkan Rp531 juta.

Dalam penanganan kebakaran ini, Damkarmat Lobar mampu memenuhi response time sesuai standar bahkan melampaui Nasional. Dengan begitu, kerugian harta benda yang dialami warga akibat kebakaran pun bisa ditekan. (her)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO