BerandaBIMAPerkuat Wirausaha Hadapi Minimnya Lapangan Kerja

Perkuat Wirausaha Hadapi Minimnya Lapangan Kerja

Bima (Suara NTB) – SMKN 2 Kota Bima memperkuat pendidikan kewirausahaan sebagai strategi menyiapkan lulusan menghadapi terbatasnya lapangan kerja di daerah.

Langkah tersebut ditempuh karena sebagian besar lulusan telah memiliki kompetensi dan sertifikasi. Sementara, peluang kerja dinilai belum mampu menyerap tenaga kerja terampil secara optimal.

Kepala SMKN 2 Kota Bima, Fathur Rahman, S.T., M.M.Inov., mengatakan tantangan utama pendidikan vokasi saat ini bukan lagi pada kualitas lulusan, melainkan penyerapan tenaga kerja. Menurutnya, minimnya investasi di Kota Bima membuat kesempatan kerja bagi lulusan SMK masih terbatas.

“Dengan minimnya investasi di Bima ini, SMK itu bom waktu. Sekolahnya memang urusan provinsi, tetapi anak-anaknya adalah anak-anak Kota Bima. Tahun ini saja hampir 90 persen lulusan kami sudah memiliki sertifikasi. Tinggal setelah lulus pemerintah yang perlu memikirkan penyerapan mereka,” ujarnya awal pekan lalu.

Sebagai respons atas kondisi tersebut, SMKN 2 Kota Bima mengubah orientasi pembinaan peserta didik dengan memperkuat pendidikan kewirausahaan. Selain dibekali kompetensi sesuai bidang keahlian, siswa didorong memiliki kemampuan membangun usaha secara mandiri apabila belum memperoleh pekerjaan setelah lulus.

Ia menegaskan, pihaknya tidak hanya menyiapkan lulusan untuk menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja.

“Kalau mereka langsung direkrut tentu alhamdulillah. Tapi kalau belum ada lowongan pekerjaan, mereka harus sudah berani membuka lapangan pekerjaan sendiri. Itu yang sekarang lebih fokus kami bekali,” ujarnya.

Saat ini, SMKN 2 Kota Bima memiliki 13 kompetensi keahlian yang didominasi bidang teknologi. Antara lain Teknik Kendaraan Ringan, Teknik dan Bisnis Sepeda Motor, Teknik Ototronik, Alat Berat, Teknik Instalasi Tenaga Listrik, Teknik Pendingin dan Tata Udara, Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan, Teknik Konstruksi Properti, Teknik Audio Video, Elektronika Industri, Teknik Pengelasan, Kimia Industri, serta Teknik Komputer dan Jaringan. Sekolah tersebut memiliki sekitar 814 siswa, dengan penerimaan peserta didik baru berkisar 330 siswa setiap tahun. Meski membuka kompetensi keahlian baru, kebutuhan tenaga pengajar dipastikan tetap tercukupi karena memanfaatkan sumber daya guru yang telah ada.

Untuk memperkuat kesiapan lulusan memasuki dunia kerja, sekolah juga memperbarui sekitar 68 nota kesepahaman (MoU) dengan berbagai perusahaan di dalam maupun luar Nusa Tenggara Barat. Kerja sama tersebut mencakup praktik kerja industri bagi siswa, magang guru, penyelarasan kurikulum, kehadiran praktisi sebagai guru tamu, hingga penyampaian informasi kebutuhan tenaga kerja.

“Perusahaan memberikan kesempatan kepada siswa untuk magang, guru juga magang di industri. Mereka ikut menyelaraskan kurikulum sekolah sesuai kebutuhan dunia kerja,” tuturnya.

Di sisi lain, sekolah tetap mendorong lulusan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Meski minat kuliah masih relatif rendah karena banyak siswa memilih langsung bekerja, sejumlah alumni SMKN 2 Kota Bima berhasil diterima di perguruan tinggi negeri, seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Negeri Jakarta. (hir)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO