Dompu (Suara NTB) – Kontingen Kabupaten Dompu menutup Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB XII Tahun 2026 dengan torehan membanggakan. Meski hanya mengikuti 39 dari 51 cabang olahraga (cabor) yang dipertandingkan, Dompu berhasil mengoleksi 44 medali emas, 43 medali perak, dan 82 medali perunggu atau total 169 medali. Prestasi atlet ini mengalami peningkatan.
Porprov NTB XII resmi ditutup Gubernur NTB, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, di GOR Turide, Kota Mataram, Sabtu (25/7) sore. Hasil tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan Porprov sebelumnya, meski secara klasemen Dompu masih berada di bawah Kota Mataram yang keluar sebagai juara umum.
Ketua Umum KONI Kabupaten Dompu, Asrullah, ST., menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, ofisial, Pemerintah Kabupaten Dompu, dan masyarakat yang telah memberikan dukungan selama pelaksanaan Porprov. Peningkatan prestasi tersebut, diraih di tengah berbagai keterbatasan. Selain hanya mengikuti 39 cabang olahraga, Dompu juga batal menurunkan atlet pada cabang olahraga Bridge yang sebelumnya telah dipersiapkan mengikuti Porprov.
Dengan demikian, Kabupaten Dompu tidak mengikuti 12 cabang olahraga terdiri dari Aerosport, Selam, Hockey, Soft Tenis, Angkat Besi, Kriket, Gate Ball, Basket, Kabaddi, Golf, Dansa Sport, serta Bridge yang mengundurkan diri sebelum pertandingan.
“Kalau melihat potensi perolehan medali, tentu cukup berpengaruh. Misalnya, di cabang Aerosport saja diperebutkan sekitar 60 medali emas. Karena kita tidak mengikuti beberapa cabang dengan jumlah medali yang besar, tentu berdampak pada posisi klasemen akhir,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa perolehan medali cabang olahraga Taekwondo tidak diakui dalam klasemen resmi Porprov NTB XII. Menurutnya, hal itu bukan disebabkan persoalan teknis pertandingan, melainkan konflik internal organisasi cabang olahraga tersebut.
Asrullah menjelaskan, sekitar enam bulan sebelum Porprov berlangsung, KONI NTB telah memfasilitasi penyelesaian persoalan tersebut. Saat itu, para pihak telah menandatangani surat pernyataan dan kesepakatan bersama sebagai syarat, agar cabor Taekwondo dapat dipertandingkan pada Porprov NTB ke-XII.
Meski berhasil mempertahankan tren peningkatan prestasi, lanjut Asrullah, KONI Dompu tetap berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Porprov NTB XII Tahun 2026. Evaluasi tersebut mencakup proses persiapan, pembinaan atlet, hingga penguatan organisasi cabang olahraga sebagai bekal menghadapi ajang berikutnya.
“Evaluasi ini sangat penting sebagai dasar perbaikan dan peningkatan prestasi olahraga Dompu ke depan. Kami ingin memastikan pembinaan berjalan lebih terarah sehingga hasil yang dicapai semakin maksimal,” ujarnya.
Asrullah menambahkan, tantangan yang dihadapi ke depan akan semakin besar, mengingat pada tahun 2028 Provinsi NTB bersama NTT dan DKI Jakarta akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON).
Ia berharap dukungan Pemerintah Kabupaten Dompu terhadap pembinaan olahraga semakin ditingkatkan, sehingga pada Porprov mendatang Kabupaten Dompu, mampu mengikuti lebih banyak cabang olahraga sekaligus meningkatkan perolehan prestasi.
“Hasil ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah. Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis prestasi olahraga Dompu akan semakin baik pada masa mendatang,” pungkasnya. (ula)

