BerandaNTBSUMBAWAEnam Wamen Berkunjung ke Kawasan Strategis Samota

Enam Wamen Berkunjung ke Kawasan Strategis Samota

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Enam Wakil Menteri Republik Indonesia mengunjungi kawasan strategis Samota di Kabupaten Sumbawa pada, Jumat (24/7) pekan kemarin. Kawasan Samota menjadi salah satu destinasi unggulan sehingga diharapkan menarik investor.

Adapun wakil menteri (Wamen) yang datang yakni, Wamen Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, Wamen Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) H. Fahri Hamzah, Wamen Pariwisata Ni Luh Puspa. Selain itu, Wamen Ekonomi Kreatif Irene Umar, Wamen Hak Asasi Manusia (HAM) Mugiyanto Sipin, Wamen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza dan Wamen Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Veronica Tan.

“Kami berharap kunjungan kerja para Wamen semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan Kabupaten Sumbawa. Sehingga mampu mendorong percepatan pembangunan kawasan strategis Samota sebagai destinasi unggulan nasional dan kawasan investasi yang berdaya saing global,” kata Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori saat menerima kunjungan, pekan kemarin.

Asisten Perekonomian Pembangunan Setda Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmaji Kertawijaya dalam paparannya menjelaskan pengembangan Kawasan Strategis Samota telah memiliki landasan hukum melalui Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 5 Tahun 2024 tentang Kawasan Strategis Samota.

Penguatan sistem pusat pelayanan kegiatan ekonomi  terintegrasi dengan sistem prasarana wilayah, guna meningkatkan konektivitas dan efisiensi logistik. Pengendalian dan pelestarian kawasan lindung serta cagar biosfer untuk menjaga keberlanjutan ekosistem. Pengembangan dan pengendalian kawasan budidaya dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan dan kelestarian lingkungan.

“Pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan partisipasi dalam pembangunan kawasan. Termasuk penguatan mitigasi bencana dalam pemanfaatan ruang kawasan guna mewujudkan kawasan yang tangguh terhadap risiko bencana,” ujarnya.

Ia juga turut memaparkan tujuh keistimewaan kawasan Samota menjadi daya tarik investasi dan pariwisata bertaraf internasional. Pertama Pulau Moyo, destinasi wisata eksklusif yang memadukan wisata bahari, hutan tropis, air terjun mata jitu.

Keunggulan kedua adalah Pulau Satonda yang memiliki danau air asin vulkanik unik hasil letusan Gunung Tambora dan menjadi habitat berbagai spesies endemik. Teluk Saleh yang dikenal sebagai “Akuarium Raksasa Dunia” karena memiliki biodiversitas laut yang sangat tinggi,sehingga menjadi habitat berbagai spesies penting, pusat perikanan, sekaligus penggerak ekonomi biru berkelanjutan.

“Samota juga memiliki habitat hiu paus sebagai salah satu habitat terbaik di Indonesia dengan lebih dari seratus individu yang telah teridentifikasi, sehingga menjadi kekuatan konservasi sekaligus wisata bahari berkelanjutan,” jelasnya.

Keistimewaan lainnya lanjut Suharmaji, yakni posisi Samota sebagai bagian dari jalur Sail Indonesia melalui Yacht Rally Internasional. Hal ini tentu bisa membuka peluang besar pengembangan wisata kapal pesiar  kelas dunia.

“Jadi, secara keseluruhan kawasan Samota memiliki empat keunggulan utama. Keunggulan geografi dan geologi, keunggulan biodiversitas dan konservasi, potensi ekonomi biru yang berkelanjutan, serta pariwisata premium kelas dunia,” terangnya.

Pemkab Sumbawa menegaskan arah investasi di kawasan Samota difokuskan pada sepuluh sektor kegiatan prioritas. Perikanan, budidaya laut, pertanian, perkebunan, industri, agrowisata, ekowisata, maritim dan pelabuhan, pariwisata premium, energi dan bioindustri, serta perdagangan dan jasa pendukung.

“Pengembangan sektor-sektor tersebut kita harapkan mampu menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari konsep pembangunan berkelanjutan,” ujarnya (ils)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO