KONDISI jalan bypass Bandara Internasional Lombok (BIL)- Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang amblas di kilometer 11 Kecamatan Pujut Lombok Tengah (Loteng) hingga kini kondisinya masih memprihatinkan.
Kendati sudah beberapa kali dilakukan perbaikan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU), hingga kondisi jalan tersebut kini tidak kunjung normal. Kondisi itu mendapat perhatian serius Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
Pantauan Suara NTB Senin (27/7) menunjukkkan, elevasi jalan turun hingga beberapa meter dari muka jalan paling atas. Saat ini jalannya memang sudah dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun demikian, para pengendara tetap harus berhati-hati saat melintas. Meningat kondisi aspal sudah terkelupas dengan pasir dan kritik menyebar di sepanjang jalan yang amblas tersebut.
Beberapa waktu lalu anggota Komisi V DPR RI pun sudah turun untuk mengecek langsung kondisi jalan yang amblas tersebut disela-sela kunjungannya ke NTB. “Setelah kita periksa kondisi jalannya, solusi satu-satunya jalan tersebut harus dibongkar dan dibangun ulang,” ungkap anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi, saat ditemui di Sirkuit Internasional Mandalika, Minggu (26/7).
Ia mengatakan dari pemeriksaan lapangan pihaknya menilai kalau ada kesalahan kontruksi saat pembangunan jalan tersebut. Mengingat, proses pembangunannya dulu juga buru-buru, karena harus selesai sebelum ajang MotoGP digelar.
Sehingga kondisi jalannya tidak akan pernah bisa normal, kalau hanya dilakukan perbaikan dengan sistem tambal sulam. Harus dibongkar ulang kalau mau benar. “Kalau kondisi jalannya mau benar, harus dibongkar ulang. Tidak bisa kalau hanya dengan tambal sulam seperti sekarang ini,” sebutnya.
Persoalan tersebut pun sudah dibahas beberapa kali dengan Kemen PU. Dan, sudah ada komitmen untuk penangan lebih lanjut. Tinggal sekarang kementerian sedang mencarikan sumber pendanananya. Supaya jalan yang amblas tersebut bisa segera ditangani.
Termasuk persoalan lampu Penerang Jalan Umum (PJU) yang banyak mati atau tidak berfungsi serta minimnya rambu jalan di sepanjang jalur by pass BIL-Mandalika tersebut, juga sudah beberapa kali dibahas dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Hasilnya, Kemenhub akan coba melakukan normalisasi PJU serta penambahan rambu jalan di sepanjang by pass BIL-Mandalika sebelum event MotoGP Mandalika 2026 berlangsung.
Mungkin tidak seluruhnya, antara 50 sampai 100 titik PJU. Mengingat, anggaran yang terbatas. Diutamakan di titik tertentu yang butuh penerangan. “Soal PJU dan rambu jalan itu sudah menjadi prioritas pihak Kemenhub untuk ditangani segera sebelum event MotoGP Mandalika digelar di bulan Oktober mendatang,” imbuh Ketua DPW Partai NasDem NTB ini.
Sebelumnya Dinas Perhubungan (Dishub) Loteng melaporkan total ada sekitar 289 lampu PJU di 189 titik di sepanjang jalur by pass BIL-Mandalika yang mati atau tidak berfungsi. Salah satu penyebabnya karena banyak instalasi listrik PJU yang hilang dicuri. Di satu sisi pemerintah daerah belum bisa melakukan perbaikan, karena terkendala status. Di mana PJU-PJU tersebut sampai saat ini masih berstatus aset negara. Belum ada serah terima ke pemerintah daerah. (kir)

