Taliwang (Suara NTB) – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), drh. Hairul Jibril, MM., meminta seluruh anggota Agen Gotong Royong (AGR) untuk sigap melaporkan jika mulai terjadi kekeringan di wilayah masing-masing akibat musim kemarau tahun ini. Langkah cepat tersebut dinilai penting agar pemerintah daerah segera melakukan penanganan.
Sekda mengaku telah menerima laporan awal dua dusun di salah satu desa yang mulai terdampak kekeringan. Kondisi itu menjadi sinyal agar seluruh AGR meningkatkan pemantauan di lingkungan masing-masing.
“Sudah ada desa yang menyampaikan ada dua dusun mengalami kekeringan. Karena itu kami mohon kepada para Agen PDPGR, ketika mendapatkan informasi di lingkungannya telah terjadi kekeringan agar segera melaporkannya kepada pemerintah daerah melalui kepala desa, camat atau langsung ke BPBD supaya dapat segera ditindaklanjuti,” pinta Sekda, Senin (27/7).
Menurutnya, kecepatan penyampaian informasi menjadi kunci agar bantuan, terutama kebutuhan air bersih segera disalurkan kepada masyarakat yang terdampak. Karena itu, pemerintah mengandalkan peran AGR sebagai ujung tombak yang berada langsung di tengah masyarakat.
Sekda menegaskan,pemerintah KSB berkomitmen memberikan respon cepat terhadap setiap laporan yang masuk. Langkah cepat ini sebagai komitmen pemerintah untuk tidak membiarkan warga menghadapi dampak kekeringan tanpa penanganan. “Kami pastikan pemerintah daerah akan hadir,” tandasnya.
Selain kepada anggota AGR, Sekda pun mengimbau seluruh perangkat desa, kecamatan, BPBD untuk terus memperkuat koordinasi selama musim kemarau berlangsung agar potensi kekeringan di berbagai wilayah dapat ditangani sedini mungkin. “Intinya kami minta semua pihak terlibat,” pungkas Sekda Hairul.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD KSB, Abdullah mengatakan, pihaknya telah menyiapkan bantuan bagi masyarakat terdampak kekeringan. Terutama warga yang membutuhkan air bersih. “Kami sudah siap. Jadi kalau ada laporan segera kami tindaklanjuti,” katanya.
Abdullah mengungkapkan, dampak kemarau di tahun ini diprediksi akan lebih kritis di banding tahun-tahun sebelumnya. “Kemaraunya lebih panjang sehingga dampaknya akan lebih lama juga. Tapi warga tdak perlu khawatir, karena kami siap menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan warga terdampak nantinya,” pungkasnya.(bug)

