Mataram (Suara NTB) – Jelang memasuki tahapan pemilu 2029, KPU Provinsi NTB mulai bergerak melakukan pendidikan pemilih untuk kelompok pemula. Kali ini pendidikan pemilih pemula dan muda dilakukan berbasis keluarga, sebab demokrasi yang kuat harus dibangun mulai dari lingkungan keluarga.
Kegiatan pendidikan pemilih pemula berbasis keluarga ini merupakan kolaborasi KPU Provinsi NTB dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Perwakilan Provinsi NTB. Dengan melibatkan berbagai unsur yang bergerak dalam pembinaan keluarga dan generasi muda.
Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan SDM KPU Provinsi NTB, Agus Hilman menjelaskan bahwa pendidikan pemilih berbasis keluarga dinilai sangat strategis karena keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun karakter demokratis.
“Kita melaksanakan kegiatan pendidikan pemilih untuk pemula bersama generasi berencana dan beberapa unsur keluarga berencana. Harapan kami, pendidikan pemilih dimulai dari basis keluarga, karena keluarga yang kuat, berkualitas, dan demokratis akan melahirkan demokrasi yang lebih bertanggung jawab,” ujar Agus Hilman pada Rabu (29/7).
Menurut Hilman bahwa Kemendukbangga merupakan institusi yang memiliki kompetensi dalam pembangunan keluarga sehingga kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi sejak lingkungan keluarga.
“Pendidikan pemilih tidak hanya dilakukan menjelang pemilu, tetapi perlu ditanamkan sejak dini melalui keluarga sebagai ruang pendidikan pertama bagi anak dan remaja,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan Hilman bahwa pentingnya generasi muda khususnya Gen Z agar lebih aware terhadap hak sebagai warga negara seperti, seperti memastikan diri terdaftar atau tidak di dalam Daftar Pemilih. Ia juga mempraktekkan cara melindungi hak pilih dengan mengakses cekDPTonline secara langsung kepada peserta yang hadir.
Sementara itu, Kepala Kemendukbangga/BKKBN Perwakilan Provinsi NTB, Lalu Makripuddin menegaskan bahwa keluarga adalah sekolah pertama bagi setiap individu, termasuk dalam pembelajaran nilai-nilai demokrasi.
“Kemendukbangga memiliki tugas pembinaan keluarga. Keluarga adalah sekolah pertama untuk segala hal, termasuk pendidikan demokrasi. Nilai-nilai demokrasi harus diamalkan dalam kehidupan keluarga sejak anak-anak, remaja, hingga dewasa. Jika itu terjadi, demokrasi kita secara nasional akan menjadi lebih baik,” ungkap Lalu Makripuddin.
Ia berharap sinergi antara Kemendukbangga dan KPU NTB dapat terus berlanjut sehingga mampu mendorong terbentuknya keluarga yang lebih berkualitas dan demokratis, yang pada akhirnya akan mendukung pelaksanaan pemilu yang lebih baik dan berkualitas. (ndi)

