Sumbawa Besar (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Sumbawa, mencatat di triwulan 1 tahun 2026 terdapat 3.225 balita mengalami stunting, sehingga perlu dilakukan intervensi secara khusus. “Tingkat prevalensi angka stunting pada tahun 2024 tercatat sebesar 29,7 persen meningkat dibandingkan tahun 2023. Bahkan data di triwulan I Tahun 2026 terdapat 3.225 balita stunting,” kata Kadikes Kabupaten Sumbawa, H. Sarip Hidayat, Kamis (30/7).
Ia melanjutkan, angka stunting yang masih cukup tinggi tersebut menjadi atensi pemerintah untuk dituntaskan. Pihaknya juga akan melakukan pendampingan secara terpadu dengan melibatkan seluruh pihak, sehingga kasus tersebut bisa terus turun.
Pertemuan jejaring stunting dilakukan pemerintah bertujuan memperkuat koordinasi lintas sektor dan menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan,sehingga upaya percepatan penurunan stunting bisa terwujud dalam beberapa tahun kedepan.
“Tingkat prevalensi balita yang mengalami stunting kita saat ini masih cukup tinggi sehingga membutuhkan perhatian dan pendampingan secara terpadu dari seluruh pihak,” ucapnya.
Wakil Bupati Drs. H. Mohamad Ansori mengingatkan bahwa tim percepatan penurunan stunting harus lebih banyak melakukan aksi nyata di lapangan bukan menyelesaikan pekerjaan administratif. Pola pendekatan ke masyarakat menjadi hal terpenting,agar masyarakat bisa merubah kebiasaan yang lebih baik.
“Saya ingin tim terus bergerak. Jangan hanya bekerja di atas meja, tetapi hadir di tengah masyarakat, mendampingi keluarga yang membutuhkan,” ajaknya.
Ia meminta OPD teknis memperbanyak aksi di lapangan agar angka stunting turun sampai nol persen. Selain itu, ia mengajak seluruh perangkat daerah, tenaga kesehatan, kader posyandu, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga keluarga untuk memperkuat budaya hidup sehat. Hal tersebut sangat penting sebagai fondasi pencegahan stunting.
“Keberhasilan program ini hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi, kepedulian, dan komitmen bersama. Sehingga kami minta seluruh pihak untuk terlibat,” terangnya.
Ansori menegaskan, tim yang sudah terbentuk harus terus mengawal pelaksanaan program percepatan penurunan stunting melalui pemantauan dan pendampingan secara berkelanjutan. Ia berharap setiap langkah yang dilakukan mampu menghadirkan perubahan nyata dalam penurunan kasus tersebut.
“Pola pendampingan yang maksimal akan menjadikan anak-anak Sumbawa tumbuh sehat, cerdas, dan menjadi generasi unggul dalam mewujudkan Sumbawa semakin maju, sejahtera, dan berdaya saing,” ujarnya. (ils)

