BerandaNTBKOTA MATARAMTeken MoA, RSUD H. Moh. Ruslan Resmi sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama...

Teken MoA, RSUD H. Moh. Ruslan Resmi sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama FK Unizar

Mataram (Suara NTB) – Fakultas Kedokteran Universitas Islam Al-Azhar (FK Unizar) terus memperkuat transformasi pendidikan profesi dokter melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) Tripartit bersama RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama dan sejumlah rumah sakit jejaring.

Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Ballroom Senggigi Hotel Aston Inn Mataram, Jumat (31/7/2026), yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Persiapan Akreditasi Rumah Sakit Pendidikan Utama, Rumah Sakit Satelit, dan Wahana Pendidikan.

Kegiatan menghadirkan Ketua Asosiasi Rumah Sakit Pendidikan Indonesia (ARSPI), dr. Andi Wahyuningsih Attas, Sp.An-TI., Subsp.TI(K)., MARS, sebagai narasumber, dengan moderator Ketua Program Studi Profesi Dokter FK Unizar, dr. Danang Nur Adiwibawa, SH., Sp.KJ(K).

Acara dihadiri Pembina Yayasan Pesantren Luhur Al-Azhar beserta jajaran, Ketua Yayasan Pesantren Luhur Al-Azhar, Rektor Unizar, para Wakil Rektor, Dekan Fakultas Kedokteran beserta pimpinan fakultas, serta sejumlah direktur rumah sakit dari berbagai daerah, di antaranya Direktur RSUD Provinsi NTB, Direktur RSJ Mutiara Sukma NTB, Direktur RSJ Manah Shanti Mahottama Provinsi Bali, Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, Direktur RSUD Patut Patuh Patju, dan para pimpinan rumah sakit jejaring lainnya.

Komitmen Membangun Pendidikan Dokter Berkualitas

Dekan Fakultas Kedokteran Unizar, Prof. dr. Rosdiana Natzir, Ph.D., Sp.Biok, mengatakan pendidikan profesi dokter saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring transformasi sistem kesehatan nasional dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi.

Menurutnya, rumah sakit pendidikan memiliki peran sentral sebagai mitra akademik dalam menghasilkan lulusan dokter yang kompeten, profesional, dan beretika.

“Hubungan antara Fakultas Kedokteran dengan rumah sakit pendidikan maupun berbagai wahana pendidikan merupakan kemitraan akademik yang memiliki tanggung jawab bersama dalam menghasilkan lulusan dokter yang kompeten, profesional, dan beretika,” ujarnya.

Foto bersama seusai acara MoA Tripartit dan Sosialisasi Persiapan Akreditasi Rumah Sakit Pendidikan Utama, Rumah Sakit Satelit, dan Wahana Pendidikan di Ballroom Senggigi Hotel Aston Inn Mataram, Jumat (31/7/2026). (Suara NTB/ist)

Ia menjelaskan, implementasi kerja sama tersebut diwujudkan melalui penguatan pendidikan klinik berbasis Outcome-Based Education (OBE), peningkatan kapasitas dosen dan pembimbing klinik, penelitian kolaboratif, pengabdian kepada masyarakat, penguatan budaya keselamatan pasien, hingga inovasi pelayanan kesehatan berbasis evidence-based medicine.

Lebih lanjut, Prof. Rosdiana menegaskan bahwa transformasi mutu pendidikan kedokteran memerlukan sistem yang terintegrasi.

“Tantangan kita bukan kekurangan regulasi, melainkan bagaimana mengintegrasikan berbagai kebijakan menjadi sistem operasional yang efektif. Fakultas Kedokteran harus memiliki satu standar mutu, tata kelola yang terintegrasi, dashboard mutu pendidikan klinik, serta budaya yang jujur terhadap data dan berani melakukan perbaikan secara berkelanjutan.”

RSUD H. Moh. Ruslan Siap Menjadi Rumah Sakit Pendidikan Utama

Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. N.K. Eka Nurhayati, Sp.OG., K.FER., M.Kes, menegaskan bahwa penandatanganan MoA Tripartit merupakan bentuk komitmen nyata seluruh pihak dalam meningkatkan kualitas pendidikan kedokteran.

Menurutnya, kerja sama tersebut bukan hanya bersifat administratif, tetapi menjadi fondasi membangun sistem pendidikan klinik yang memenuhi standar nasional.

“Kolaborasi ini merupakan komitmen bersama untuk membangun sistem pembelajaran klinik yang terstandar, meningkatkan mutu pelayanan kesehatan, sekaligus mempersiapkan pemenuhan standar akreditasi Rumah Sakit Pendidikan.”

Ia menambahkan, RSUD H. Moh. Ruslan berkomitmen menyediakan lingkungan belajar klinik yang aman, kondusif, dan berkualitas sehingga mampu mencetak tenaga kesehatan yang profesional, kompeten, dan beretika.

Yayasan Dorong Percepatan Rumah Sakit Pendidikan Utama

Ketua Yayasan Pesantren Luhur Al-Azhar, Dr. Ir. H. Nanang Samodra KA, M.Sc, menyampaikan bahwa penetapan RSUD H. Moh. Ruslan sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama merupakan langkah strategis bagi pengembangan Fakultas Kedokteran Unizar.

“Kami berharap kerja sama yang telah terbangun ini terus diperkuat sehingga proses penetapan RSUD Kota Mataram sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama dapat segera terwujud.”

Ia juga mengajak seluruh sivitas akademika dan mitra rumah sakit mempercepat pemenuhan berbagai persyaratan administrasi maupun standar akreditasi.

Ketua ARSPI Paparkan Strategi Akreditasi Rumah Sakit Pendidikan

Dalam sesi sosialisasi, Ketua ARSPI dr. Andi Wahyuningsih Attas, Sp.An-TI., Subsp.TI(K)., MARS memaparkan berbagai aspek penting mengenai penguatan rumah sakit pendidikan, mulai dari konsep Rumah Sakit Pendidikan, hak dan kewajiban rumah sakit pendidikan, hingga sistem pendanaan yang mendukung keberlanjutan penyelenggaraan pendidikan kedokteran.

dr. Andi merupakan salah satu tokoh nasional di bidang tata kelola rumah sakit. Selain menjabat Ketua ARSPI periode 2026–2029, ia juga merupakan Direktur Utama Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit (LAM-KPRS) serta memiliki pengalaman panjang dalam pengembangan rumah sakit pendidikan di Indonesia.

Dalam paparannya, ia menekankan bahwa keberhasilan rumah sakit pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan dokumen, tetapi juga oleh sinergi yang kuat antara perguruan tinggi, rumah sakit pendidikan utama, rumah sakit satelit, dan seluruh wahana pendidikan.

“Rumah sakit pendidikan harus dibangun sebagai ekosistem pembelajaran yang memenuhi standar mutu, memiliki pembagian hak dan kewajiban yang jelas, serta didukung tata kelola dan pendanaan yang berkelanjutan agar mampu menghasilkan lulusan dokter yang berkualitas.”

Ia juga mengapresiasi langkah FK Unizar yang mulai mempersiapkan seluruh proses akreditasi secara komprehensif melalui kolaborasi bersama rumah sakit pendidikan utama dan rumah sakit jejaring.

Melalui penandatanganan MoA Tripartit ini, FK Unizar semakin mempertegas komitmennya dalam membangun ekosistem pendidikan kedokteran yang berkualitas, adaptif terhadap transformasi sistem kesehatan nasional, serta mampu menghasilkan lulusan dokter yang unggul dan siap menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat.

Kerja sama tersebut juga diharapkan menjadi fondasi penguatan tridarma perguruan tinggi, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat melalui sinergi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan rumah sakit pendidikan. (ron/*)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO