Bima (Suara NTB) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bima menyiapkan dua langkah untuk mengatasi keterbatasan atau krisis tenaga dokter di Puskesmas Bolo. Selain membuka rekrutmen dokter kontrak BLUD, Dinkes juga menugaskan tiga dokter dari RSUD Sondosia untuk memberikan pelayanan sementara di PKM Bolo.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bima, Nurul Wahyuti mengatakan penugasan tiga dokter tersebut merupakan langkah cepat agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan di tengah kekurangan tenaga medis.
“Iya mba, di samping itu kami menugaskan tiga orang dokter Sondosia untuk bertugas sementara waktu ke Bolo,” ujar Nurul saat dikonfirmasi Suara NTB, Jumat (31/7).
Selain penugasan sementara, Dinkes bersama manajemen BLUD Puskesmas Bolo juga membuka lowongan dokter kontrak. Dalam informasi yang dipublikasikan Puskesmas Bolo, dokter yang bergabung ditawarkan honorarium sebesar Rp6 juta per bulan.
Dalam pengumuman tersebut, manajemen Puskesmas Bolo mengakui sedang menghadapi keterbatasan tenaga dokter yang berdampak terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. Karena itu, para dokter yang berminat diajak bergabung untuk memperkuat layanan kesehatan di wilayah Kecamatan Bolo.
Langkah tersebut muncul sehari setelah Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Kecamatan Bolo mendatangi Puskesmas Bolo, Kamis (30/7), untuk menyampaikan pernyataan sikap terkait krisis dokter. Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Bima dan Dinas Kesehatan segera mengambil langkah konkret mengatasi kekurangan tenaga dokter yang dinilai memengaruhi kualitas pelayanan.
Menanggapi berbagai informasi yang berkembang, Kepala Puskesmas Bolo, Hj. Nurjanah, menegaskan pelayanan kesehatan di fasilitas tersebut tidak berhenti beroperasi. Menurutnya, pelayanan rawat jalan tetap berlangsung setiap hari sesuai jadwal.
“Pelayanan kesehatan di Puskesmas Bolo tetap berjalan aktif setiap hari, khususnya untuk pelayanan rawat jalan. Seluruh tenaga medis dan paramedis tetap hadir dan siap melayani kebutuhan pemeriksaan serta pengobatan masyarakat,” jelasnya, Jumat (31/7).
Nurjanah mengatakan, penyesuaian hanya dilakukan pada beberapa jenis layanan akibat keterbatasan tenaga dokter. Karena itu, masyarakat diminta tidak salah memahami kondisi yang terjadi.
“Perlu kami luruskan bahwa penyesuaian yang terjadi bukanlah penghentian total layanan, melainkan pembatasan pada jenis layanan tertentu,” katanya.
Ia menjelaskan, layanan yang masih berjalan meliputi pemeriksaan dan pengobatan rawat jalan, konsultasi kesehatan, pelayanan poli, serta pelayanan resep dan pengambilan obat rutin.
Sementara itu, pelayanan rawat inap, persalinan atau Intra Natal Care (INC) 24 jam, dan Unit Gawat Darurat (UGD) 24 jam untuk sementara belum dapat dilayani.
“Penyesuaian ini dilakukan untuk memastikan kualitas pelayanan rawat jalan tetap optimal dan terfokus di tengah keterbatasan tenaga medis saat ini,” ujarnya.
Meski demikian, Nurjanah memastikan pasien yang membutuhkan penanganan darurat, rawat inap, maupun persalinan tetap akan difasilitasi melalui sistem rujukan ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan terdekat.
“Bagi pasien yang membutuhkan penanganan darurat, rawat inap, atau persalinan lanjutan, Puskesmas Bolo tetap siap memfasilitasi proses rujukan cepat ke fasilitas kesehatan atau rumah sakit terdekat,” pungkasnya. (hir)

