BerandaHEADLINEDisos Siapkan Mobil Tangki Air untuk Antisipasi Dampak Kekeringan

Disos Siapkan Mobil Tangki Air untuk Antisipasi Dampak Kekeringan

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Sosial, Perlindungan Perempuan dan Anak (Disos PPA) NTB menyiapkan armada mobil tangki air di 10 kabupaten/kota sebagai langkah antisipasi dalam penanganan dampak kekeringan. Selain armada yang disiagakan di daerah, mobil tangki milik pemerintah provinsi juga telah disiapkan apabila kekeringan kian meluas.


Kepala Disos PPA NTB Ahmad Masyhuri, mengatakan hingga saat ini kebutuhan air bersih masih dapat dipenuhi karena kondisi kekeringan belum terlalu parah, baru terdampak sekitar 50 kecamatan.


“Kita siapkan mobil tangki, mobil tangki ready di 10 kabupaten kota ditambah lagi di provinsi. Jadi untuk sementara aman lah kalau dari sisi kami, permintaan bisa dipenuhi. Bahkan mobil tangki di provinsi belum bergerak malah, karena mungkin belum parah,” ujarnya pekan kemarin.


Menurutnya, curah hujan yang masih turun di beberapa kawasan seperti Kota Mataram meski dengan intensitas ringan turut membantu, sehingga kebutuhan distribusi air bersih belum terlalu tinggi. “Sepertinya sekarang itu enggak terlalu, karena masih ada hujan dulu. Walaupun ringan-ringan ya, tapi kan keringnya masih enggak terlalu,” lanjutnya.


Terkait pembiayaan operasional, mantan Kadis Koperasi UKM itu menjelaskan distribusi air bersih tidak dibatasi oleh anggaran tertentu. Menurutnya, biaya utama yang dibutuhkan adalah untuk bahan bakar kendaraan operasional.


“Enggak pakai anggaran, berapa saja kebutuhan sepanjang kita penuhi,” katanya.


Ia menambahkan, Disos PPA NTB hanya memiliki anggaran sekitar Rp50 juta untuk kebutuhan bahan bakar tangki. Namun, bukan berarti minimnya dana tersebut menjadi batas penyaluran air bersih. Penanganan air bersih, sambungnya tidak hanya dilakukan oleh Disos PPA saja, akan tetapi secara berkoordinasi dilakukan oleh seluruh OPD, kabupaten/kota bahkan hingga pusat.


“Kalau saya ngitung uang, saya punya uang itu hanya Rp50 juta untuk membeli bensin. Karena kan mobilnya hanya bensin dibutuhkan. Tapi uang itu enggak terbatas dengan Rp50 juta,” jelasnya.


Apabila kondisi kekeringan semakin parah, Disos juga dapat memperoleh dukungan armada dari sejumlah instansi seperti Basarnas. Menanggapi posisi NTB yang disebut berada di urutan keempat tingkat kekeringan di Indonesia, Masyhuri menegaskan pihaknya akan mengoptimalkan penanganan sesuai kewenangan.


“Tentu mobil tengkinya disiapkan untuk airnya. Sekuat-kuatnya kita upayakan. Tapi juga jangan salah, keringan itu bisa jadi orang butuh yang lain juga. Itu kita siapkan dulu,” pungkasnya. (era)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO