BerandaNTBSUMBAWAAnggaran BTT Tersisa Hanya Rp12 Miliar

Anggaran BTT Tersisa Hanya Rp12 Miliar

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Alokasi anggaran belanja tidak terduga (BTT) di Kabupaten Sumbawa tersisa Rp12 miliar dari alokasi anggaran Rp20 miliar. Anggaran ini berpotensi bertambah pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) perubahan, karena mempertimbangan berbagai aspek terutama bencana alam.

“Kita sudah keluarkan sekitar Rp8 miliar untuk penanganan sejumlah bencana yang terjadi selama 6 bulan terakhir. Termasuk juga untuk pembiayaan kebutuhan mendesak lainnya,” kata Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sumbawa, Kaharuddin, pekan kemarin.

Kahar melanjutkan, anggaran itu mayoritas dikeluarkan pemerintah untuk penanganan banjir termasuk dampak kerusakan yang timbul dari musibah tersebut. Salah satunya penanganan jaringan irigasi yang tertutup sedimentasi dan tebing yang longsor.

Selain penanganan bencana, anggaran tersebut juga digunakan untuk mengembalikan kelebihan pembayaran yang dilakukan oleh wajib pajak. Ia mencontohkan, wajib pajak yang menyetorkan ke daerah senilai Rp20 miliar, setelah diteliti yang seharusnya dibayarkan hanya Rp10 miliar.

“Jadi, kelebihan tersebut harus kita kembalikan melalui anggaran BTT. Termasuk juga untuk penanganan kebakaran,” ujarnya.

Ia menyebutkan, sebenarnya alokasi anggaran BTT sebesar Rp20 miliar tersebut dinilai belum sesuai dengan saran dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Sebab, sesuai arahan dari pemerintah pusat bahwa alokasi BTT sebesar 1,5-5 persen dari nilai APBD secara keseluruhan.

Pihaknya mengkhawatirkan apabila dipaksakan mengalokasikan BTT sesuai arahan dari Kemendagri, tetapi tidak terpakai karena tidak adanya bencana maka dikhawatirkan menjadi sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa)

“Efektivitas dan efisiensi juga tetap kita tekankan di perencanaan, sehingga anggaran yang dialokasikan untuk BTT disesuaikan dengan kondisi dan tren bencana yang terjadi beberapa tahun terakhir,” tukasnya. (ils)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO