BerandaHEADLINEGubernur Buka Pelatihan Tahap I Pra Pemberangkatan Peserta Praktik Kerja ke Jepang

Gubernur Buka Pelatihan Tahap I Pra Pemberangkatan Peserta Praktik Kerja ke Jepang


Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB terus memperkuat upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program pemagangan dan pelatihan kerja ke luar negeri. Salah satu langkah konkret tersebut diwujudkan melalui pembukaan Pelatihan Tahap I Pra Pemberangkatan Peserta Praktik Kerja ke Jepang Angkatan 2026 yang dibuka langsung Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) NTB, Senin (3/8).


Bagi Pemerintah Provinsi NTB, program ini bukan sekadar membuka akses kerja di luar negeri, melainkan investasi jangka panjang untuk melahirkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi global, disiplin tinggi, dan mampu membawa perubahan positif ketika kembali ke daerah.


Dalam arahannya, Gubernur Lalu Muhamad Iqbal mengingatkan para peserta bahwa perjalanan menuju Jepang tidak boleh dipandang hanya sebagai kesempatan memperoleh penghasilan. Lebih dari itu, mereka akan memasuki ruang pembelajaran yang akan membentuk karakter, etos kerja, serta kemampuan profesional yang menjadi bekal masa depan.


“Mulai hari ini harus ada kemajuan. Kemajuan dalam fisik, kemampuan bahasa, keterampilan, dan terutama disiplin. Jangan pernah merasa puas dengan capaian yang ada,” pesan Gubernur di hadapan para peserta.


Menurutnya, salah satu nilai terbesar yang harus dibawa pulang dari Jepang bukanlah besarnya pendapatan, melainkan budaya kerja yang telah menjadikan negara tersebut sebagai salah satu negara dengan produktivitas tinggi di dunia. Disiplin, ketepatan waktu, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap aturan dinilai sebagai modal penting yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dunia kerja di NTB.


Gubernur juga mengajak para calon pekerja migran untuk memiliki cara pandang yang lebih visioner terhadap penghasilan yang akan mereka peroleh selama bekerja di Jepang. Ia menekankan pentingnya membangun kebiasaan mengelola keuangan secara bijaksana agar hasil kerja bertahun-tahun dapat menjadi fondasi kesejahteraan keluarga.


“Setiap Yen yang diperoleh harus dipandang sebagai investasi masa depan. Gunakan untuk sesuatu yang produktif sehingga ketika kembali ke tanah air, kondisi ekonomi keluarga sudah jauh lebih baik,” ujarnya.


Menurut Gubernur, penghasilan tersebut sebaiknya diarahkan untuk membangun aset produktif seperti tanah, rumah, maupun usaha yang dapat terus memberikan manfaat dalam jangka panjang. Ia mengingatkan agar para peserta tidak terjebak pada pola konsumsi yang hanya memberikan kepuasan sesaat tanpa menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan.


Selain membawa pulang keterampilan dan pengalaman kerja, para peserta juga diharapkan menjadi duta NTB di Jepang. Mereka tidak hanya belajar mengenai budaya kerja Jepang, tetapi juga membawa nama baik daerah dan bangsa melalui sikap, etika, serta profesionalisme selama menjalani program pemagangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB, Aidy Furqan, menjelaskan bahwa peserta yang mengikuti pelatihan telah melalui proses seleksi yang ketat. Tahapan seleksi meliputi pemeriksaan administrasi, tes matematika, tes fisik, wawancara, hingga pemeriksaan kesehatan.


Dari ribuan pendaftar, hanya 46 peserta yang dinyatakan lolos dan berhak mengikuti pelatihan tahap pertama.


Pelatihan tersebut dirancang untuk membekali peserta dengan kemampuan dasar bahasa Jepang, pemahaman budaya kerja, pembinaan fisik dan mental, serta pembentukan disiplin dan etos kerja. Setelah menyelesaikan tahapan ini, peserta akan melanjutkan Pelatihan Nasional (Pelatnas) di Bekasi sebelum diberangkatkan ke Jepang pada akhir 2026 atau awal 2027.


Program pemagangan ke Jepang menjadi salah satu strategi Pemerintah Provinsi NTB dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten dan mampu bersaing di tingkat global. Namun, keberhasilan program ini, menurut Gubernur Iqbal, tidak semata diukur dari banyaknya peserta yang berhasil bekerja di luar negeri, melainkan dari sejauh mana mereka mampu membawa pulang nilai-nilai disiplin, produktivitas, dan kemandirian untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah.


Dengan pendekatan tersebut, program pemagangan tidak hanya menjadi jalan menuju kesempatan kerja internasional, tetapi juga menjadi investasi sumber daya manusia yang diharapkan melahirkan generasi NTB yang lebih tangguh, produktif, dan siap menghadapi persaingan global. (r/ham)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO