Selong (Suara NTB) – Bupati Lombok Timur (Lotim) H. Haerul Warisin mengakui masih banyak jabatan tingkat Eselon II atau Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) yang lowong dan diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt.). Beberapa di antaranya adalah Direktur RSUD dr. R. Soedjono Selong, Inspektur Inspektorat Lotim, dan Kepala Dinas Pariwisata Lotim.
Dalam sambutannya pada pelantikan sejumlah pejabat Senin (3/8) malam, Bupati Haerul Warisin menyampaikan bahwa banyaknya jabatan yang masih dijabat Plt. menjadi perhatian serius. Ia menargetkan agar seluruh jabatan dapat segera diisi oleh pejabat definitif.
“Sekarang adalah kita hapus semua Plt ini dengan saya definitifkan. Mudah-mudahan setelah bapak/ibu definitif, jangan lagi ada pikiran bahwa untuk apa saya berkreasi di sini, siapa tahu besok saya berhenti di tempat lain,” ujar Bupati.
Bupati juga mengungkapkan kendala dalam pengisian jabatan, salah satunya terkait perizinan dari lembaga terkait yang belum keluar. Contohnya untuk posisi Inspektur Inspektorat yang memerlukan izin dari tiga lembaga sekaligus.
“Kita mau cepat melantik dalam bunga besar, kita menunggu dilegalitaskan oleh lembaga,” jelasnya.
Bupati Haerul Warisin berharap setelah semua jabatan definitif, para pejabat dapat bekerja maksimal melayani masyarakat. “Mulai besok bekerja sendiri dalam fungsi, kemudian tolong supaya semangatnya dibangkitkan kembali, sebangkit-bangkitnya jangan sampai lemah,” pesannya.
Bupati berencana, dalam waktu dekat akan kembali melakukan pelantikan. Rencana pelantikan ini sejauh ini memang masih terkendala perizinan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). “Masih bulan Agustus ini kita akan melakukan pelantikan lagi,” ujar Bupati Iron.
Lantik 36 Pejabat
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Lotim melakukan rotasi dan promosi besar-besaran di lingkungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Sebanyak 36 pejabat struktural Eselon II dan III resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya di Pendopo Bupati Lombok Timur, pada Senin (3/8) malam hari.
Pelantikan ini dipimpin oleh Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya dan disaksikan langsung oleh Bupati H. Haerul Warisin serta Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik.
Adapun empat pejabat yang diangkat dalam Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) adalah Lalu Alwan Wijaya sebagai Kepala Dinas Perindustrian (sebelumnya Sekretaris Dinas Perindustrian). Sosiawan Putraji sebagai Kepala DPMPTSP (sebelumnya Sekretaris Dinas Pariwisata). R. Irham Jayadi sebagai Kepala Dinas Nakertrans (sebelumnya Sekretaris Dinas PUPR). Taufik Hidayatullah sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan (sebelumnya Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan).
Sementara itu, untuk jabatan Administrator (Eselon III) sebanyak 32 orang dilantik, di antaranya Islahul Muttaqin sebagai Sekretaris Dinas Pariwisata, Haeril Ismi sebagai Sekretaris Dinas Perindustrian, serta Abdurahim Yakub sebagai salah satu pejabat administrator lainnya.
Bupati Haerul Warisin dalam arahannya mengungkapkan bahwa pelantikan massal ini didasari oleh banyaknya kekurangan kinerja yang disoroti oleh berbagai pihak, termasuk Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Banyaknya jabatan yang diisi oleh Pelaksana Tugas (Plt) berdampak pada hasil pemeriksaan,” ujar Bupati.
Ia mengakui selama ini pelantikan terkendala legalitas, seperti belum keluarnya izin baik dari Kemendagri maupun Dukcapil. Namun ia memastikan bahwa pejabat yang dilantik pada kesempatan tersebut telah mengantongi izin resmi. Bupati juga meminta agar jabatan lain yang masih kosong segera diusulkan.
“Untuk Eselon II, III dan IV yang masih kosong agar segera diusulkan,” tegasnya. (rus)

