BerandaNTBLOMBOK TIMURTak Hanya Kapal, Nelayan Ekas Butuh Sentuhan Modernisasi Alat Tangkap

Tak Hanya Kapal, Nelayan Ekas Butuh Sentuhan Modernisasi Alat Tangkap

Selong (Suara NTB) – Rencana Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang akan memberikan bantuan 50 unit kapal untuk nelayan di kawasan Ekas, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur sangat disyukuri oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Namun, Dinas Kelautan dan Perikanan Lotim menekankan bahwa penambahan armada saja tidak cukup. Sentuhan teknologi penangkapan ikan dinilai sangat krusial untuk meningkatkan hasil tangkapan nelayan yang selama ini masih terbatas, nelayan butuh modernisasi alat tangkap.


Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Lombok Timur, Sumaryadi, mengungkapkan, potensi ikan di perairan Ekas sebenarnya sangat besar. Namun, nelayan selama ini hanya beroperasi di perairan yang sangat terbatas sehingga hasil tangkapan pun minim, umumnya hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari.


“Hasil tangkapan masih kecil. Hanya kebutuhan konsumsi. Ada yang dijual sedikit. Belum mengarah ke produksi. Jadi pusat pasar ikan belum,” ujar Sumaryadi menjawab Suara NTB, Senin (3/8/2026)


Menurutnya, bantuan kapal berkapasitas 5 hingga 10 Gross Ton (GT) dari KKP jelas akan sangat membantu. Namun, ia menegaskan bahwa untuk bisa melaut hingga 12 mil dan mendapatkan hasil yang lebih besar, nelayan membutuhkan modernisasi alat tangkap. Keberadaan alat bantu seperti rumpon (alat pemikat ikan) serta teknologi penangkapan modern lainnya mutlak diperlukan agar hasil tangkapan bisa lebih melimpah dan bernilai produksi.


“Harus ada sentuhan teknologi alat tangkap. Kapal tidak cukup dengan 50 kapal 5-10 GT. Modernisasi alat tangkap dan kapal. Dengan adanya itu hasilnya bisa lebih besar. Bisa keluar,” tegas Sumaryadi.


Selain mengandalkan hasil tangkapan laut, masyarakat nelayan di Ekas juga banyak yang beralih ke aktivitas budi daya. Teluk Ekas yang dikenal memiliki potensi perikanan besar, kini juga dimanfaatkan untuk budi daya rumput laut serta pembangunan keramba jaring apung untuk membudidayakan ikan dan lobster. Kegiatan budi daya ini menjadi alternatif ekonomi bagi nelayan di tengah keterbatasan hasil tangkap di laut lepas.


Pemkab Lombok Timur berharap, dengan adanya tambahan kapal dan dukungan teknologi penangkapan, hasil perikanan di Ekas tidak hanya mampu memenuhi konsumsi lokal tetapi juga dapat mendorong terbentuknya sentra produksi perikanan yang lebih maju di wilayah tersebut.


Sebelumnya Ketua Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Ekas Buana, Yanto menjelaskan bahwa hasil tangkapan dari 227 nelayan yang ada di wilayah perairan ekas yang masuk dalam knmp masih sangat terbatas. Sebagian besar nelayan melakukan penangkapan secara tradisional yakni menggunakan kapal-kapal kecil.


Rencana bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk 50 unit kapal itu sangat dinantikan agar para nelayan bisa menangkap ikan jauh lebih besar. (rus)

IKLAN

RELATED ARTICLES

IKLAN





VIDEO