Praya (Suara NTB) – Ajang balap motosport FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) siap digelar akhir pekan ini di Sirkuit Internasional Mandalika. Ajang balap roda dua terbesar di kawasan Asia tersebut bakal jadi ajang pembuktian ketangguhan para pembalap Indonesia.
Masyarakat pun bisa menyaksikan langsung aksi para pembalap terbaik di Asia tersebut secara gratis di tribun Sirkuit Internasional Mandalika mulai Jumat (7/8) hingga Minggu (9/8).
Dari daftar pembalap yang diterima Suara NTB, total ada 102 pembalap yang akan turun di ARRC Mandalika 2026 seri keempat kali ini. Dengan 32 orang di antaranya merupakan pembalap Indonesia yang akan turun di lima kelas berbeda yang dipertandingkan.
Di kelas Underbone 150 (UB150) total ada 16 pembalap Indonesia yang turun. Di antaranya Rendi Odding, Fadli Rigani, Gupita K. Wardhana hingga Aqshal Ilham Safatulah. Di kelas TVS Asia ada nama Savion Sabu serta Fadhil Algasani.
Kemudian di kelas Asia Product 250 cc (AP250) ada 11 pembalap Indonesia yang masuk list. Di antaranya Fahmi Basam, Galang Hendra Pratama, Candra Hermawan hingga juara MRS 2026 kelas NS250 seri ketiga Irfan Ardiansyah yang masuk melalui jalur wild card. Di kelas ini pembalap asal NTB yang membela tim Yamaha BSAF Yamalube Akai Jaya Aldiaz Aqsal Ismaya juga akan tampil.
Di kelas Super Sport 600 cc (SS600) lima pembalap Indonesia akan berjuang untuk menjadi yang terbaik. Ada M. Faerozi T., dan Wahyu Nugroho dari tim Yamaha Racing Indonesia. Kemudian pembalap Astra Honda Racing Team (AHRT) Herjun Atna Firdaus serta Fadillah Arbi Aditama. Ditambah satu pembalap MsGlowForMen Racing Team Felix Putra Mulya.
Di kelas tertinggi Asia Super Bike 1000cc (ASB1000) Indonesia hanya akan diwakili pembalap AHRT M. Adenanta Putra. Indonesia sebenarnya masih punya satu pembalap di kelas ASB1000 yakni Andi Farid Izdihar (JDT Racing Team). Tapi tidak akan tampil karena sedang dalam masa pemulihan cedera.
Pengamat Otomotif Nasional Priandhi Satria, Kamis (6/8), mengungkapkan seri balapan ARRC yang akan berlangsung di Sirkuit Internasional Mandalika akhir pekan ini menjadi momen penting khususnya bagi pembalap Indonesia. Karena di seri inilah tantangan sekaligus pembuktian sesungguhnya bagi para pembalap Indonesia. Apakah bisa menunjukan ketangguhanya membalapnya di rumah sendiri.
“Balapan (ARRC) di Sirkuit Mandalika bukan hanya menjadi ajang perebutan poin penting menuju perebutan gelar juara Asia. Tetapi juga menghadirkan harapan besar bagi para pembalap tanah air untuk memanfaatkan keuntungan tampil di kandang sendiri,” sebut mantan Dirut MGPA ini.
Menurutnya, faktor home advantage bisa menjadi pembeda bagi pembalap Indonesia. Namun keuntungan tersebut tidak serta-merta menjamin kemenangan. Apabila tidak dibarengi kesiapan teknis, strategi tim dan konsistensi sepanjang akhir pekan nanti.
Dari puluhan pembalap nasional yang akan tampil sebagian besar diantaranya sudah punya pengalaman panjang membalap di Sirkuit Internasional Mandalika. Hal itu tentunya akan memberikan keuntungan bagi pembalap nasional dalam memahami racing line, karakter tikungan cepat, titik pengereman, hingga perubahan grip lintasan. Termasuk faktor penguasaan cuaca tropis, temperatur aspal serta dukungan langsung penonton tanah air diyakini juga akan mampu meningkatkan motivasi sekaligus rasa percaya diri para pembalap nasional.
“Meski demikian harus diingat keuntungan adapatasi sirkuit kini tidak lagi sebesar beberapa tahun lalu. Karena pembalap-pembalap luar sudah beberapa kali tampil di Sirkuit Mandalika. Sehingga tingkat adaptasi mereka semakin baik,” terangnya. (kir)

